Posted on

Mengintip 6 Desain Rumah Impian Estetik yang Bisa Anda Tiru

Setiap orang tentunya memiliki kriteria rumah idaman yang berbeda. Seperti desain indah, berada di lokasi yang strategis, memiliki luas yang cukup, hingga dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman. Gaya arsitektur rumah impian memang sangat beragam. Jika anda ingin membangun hunian idaman, yuk simak inspirasi desain estetik yang bisa anda terapkan seperti berikut!

Enam Desain Hunian Idaman Yang Estetik

  1. Desain Hunian dengan Gaya Arsitektur Belanda

Apakah anda pernah mendengar istilah hunian Belanda? Meskipun terpengaruh dari arsitektur barat, desain rumah Belanda sangat terkenal di Indonesia. Pasalnya, era kolonialisasi yang berlangsung di negara ini sebelum merdeka mewariskan berbagai nilai arsitektur yang masih memiliki banyak penggemar hingga zaman yang modern seperti ini.

Umumnya, arsitektur hunian bergaya kolonial menjadi sangat terkenal karena memadukan sentuhan modern dan klasik. Terlebih lagi, desain hunian ini menonjolkan detail dan pengolahan bentuk klasik yang elegan. Hal tersebut membuat banyak sekali orang yang menggandrungi desain arsitektur gaya Belanda.

Anda bisa mewujudkan hunian idaman dengan menggunakan desain yang simpel seperti Portico. Desain tersebut mengusung unsur minimalis, tetapi masih memberikan kesan klasik yang modern. Portico ini merupakan serambi bertiang atau beranda kecil yang ditempatkan di pintu utama.

Biasanya hal tersebut berfungsi sebagai pengganti teras dan digunakan sebagai jalan masuk utama. Agar lebih menonjolkan konsep arsitektur Belanda, maka anda bisa menambahkan beberapa elemen. Misalnya. Dengan menggunakan batu alam atau batu bata akan memperkuat kesan kolonial hunian idaman yang estetik.

  1. Desain Hunian Modern Bergaya Scandinavian

Hunian dengan konsep Scandinavian adalah desain yang mengusung gaya bangunan dari negara – negara di Eropa Utara, seperti Swedia, Denmark, dan Norway. Bangunannya dikenal sederhana serta didominasi dengan warna netral. Mulai dari warna putih, cokelat, abu – abu, dan hitam.

Jika anda ingin membangun rumah impian yang mengusung konsep tersebut, kuncinya adalah menggunakan pilihan warna netral. Selain itu ruang yang lapang dengan furnitur yang terbatas juga menjadi poin utama desain Scandinavian. Tidak hanya itu saja, sistem pencahayaan hunian ini juga mengandalkan cahaya natural dari sinar matahari.

Scandinavia merupakan desain modern yang memiliki jendela besar untuk memberikan kesan yang tidak ada batasan antara luar dan dalam ruangan. Desain eksterior yang berbentuk kotak tampak rapi dengan aksen yang ada di atap samping dengan bentuk segitiga. Untuk menonjolkan desain ini, anda bisa menambahkan taman di depan hunian.

Konsep utama desain ini untuk meningkatkan estetika dan mempermudah pemilik hunian menjalani kehidupan sehari – hari. Maka dari itu, anda harus memilih jumlah furnitur rumah yang sesuai dengan kebutuhan saja. Artinya, anda harus meletakkan beberapa kursi, meja dan hiasan dinding untuk melengkapi interior hunian

  1. Desain Hunian Ala Kolonial Amerika

Desain eksterior hunian gaya Amerika memiliki bentuk simetris dengan aksen yang unik. Konsep ini akan mengacu pada ciri pedesaan yang alami. Sehingga akan memberikan kesan lebih simpel dan hangat secara keseluruhan. Konsep ini bisa diterapkan dengan menonjolkan penggunaan jendela, pintu, dan profil pada plafon.

Konsep ini berbeda dengan gaya Scandinavian yang cenderung mengurangi penggunaan perabot dan mementingkan fungsionalnya. Gaya Amerika lebih mengusung pemakaian furnitur dengan ukuran besar. Tujuannya adalah untuk menonjolkan kesan mewah dan elegan di dalam hunian.

Sedangkan penerapan desain interior hunian ala Amerika pada bagian lantai juga memiliki ciri khas khusus. Gaya lantai dalam desain tersebut menggunakan garis lurus dan simetris. Biasanya lantai memakai motif garis vertikal atau horizontal pada material seperti marmer. Pemakaian material tersebut akan memberikan kesan elegan.

Selain itu, salah satu penanda lain yang dimiliki desain rumah impian ala Amerika ditentukan dari pemilihan tone yang lembut. Misalnya, warna cokelat muda, putih, hingga cokelat tua. Warna tersebut bisa dipadukan dengan pemilihan material yang  berasal dari alam, seperti batu, kayu, hingga marmer. Desain lengkapnya bisa anda akses melalui gabdearq.com.

  1. Desain Hunian Idaman Gaya Mediterania

Hunian mewah bergaya Mediterania termasuk ke dalam daftar hunian idaman bagi banyak orang. Desainnya yang penuh dengan detail geometris, dilengkapi dengan dekorasi yang cantik dan menawan. Salah satu yang menjadi ciri khas hunian bergaya ini adalah bentuk atapnya yang bulat dan melingkar di satu bagiannya.

Biasanya, atap rumah berbentuk ala Mediterania ditempatkan pada lantai dua atau sebagai penutup balkon. Sedangkan bentuk atap lainnya berbentuk segitiga dengan ketinggian yang tidak terlalu menjulang. Anda bisa menggunakan desain ala Mediterania jika ingin menampilkan kesan mewah dan megah sekaligus.

Selain itu, konstruksi hunian bergaya Mediterania sama seperti desain rumah yang ada di Indonesia. Namun untuk sentuhan akhir, dinding eksteriornya menggunakan bebatuan alam. Dengan menggunakan bebatuan tersebut, maka hunian akan tampak lebih elegan. Tentunya hal ini akan semakin lengkap dengan kehadiran pilar yang berdiameter besar dan kokoh.

  1. Desain Hunian Idaman Bergaya Minimalis

Hunian dengan desain minimalis sangat digandrungi sebagian orang, terutama oleh pasangan muda dan generasi muda.  Konsep hunian ini menonjolkan keindahan yang simpel, bersih dan rapi. Sebab, tujuan konsep gaya minimalis adalah mencapai desain hunian yang lebih efektif dan efisien melalui warna, bentuk, detail, dan ruang.

Untuk membuat hunian idaman yang mengusung tema ini, anda bisa menggunakan kabinet dan detail akhir yang sederhana. Misalnya, anda bisa memilih warna putih untuk menampilkan visual yang bersih. Tidak perlu memerlukan dekorasi rumah yang berlebihan. Anda hanya perlu meletakkan beberapa furnitur yang sesuai dengan kebutuhan.

  1. Desain Hunian Idaman Sederhana Ala Desa

Apakah anda termasuk orang yang ingin memiliki rumah impian dengan lingkungan asri dan udara segar? Desain hunian ala pedesaan bisa dibangun dengan menggunakan atap limasan. Selain itu, lengkapi dengan pekarangan taman bunga yang warna warni. Untuk sentuhan akhir, selaraskan dinding rumah anda dengan warna taman.

Itulah beberapa desain estetik hunian yang bisa anda contoh. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan selera yang dimiliki. Jika menyukai konsep dengan detail kompleks, hunian ala Mediterania dan Belanda bisa menjadi solusi yang tepat. Sedangkan jika ingin mengusung hunian sederhana bisa memilih desain ala desa, Scandinavian, dan minimalis.

Posted on

Rumah Hook Minimalis

Siapa yang belum mengenal rumah hook? Dikalangan masyarakat modern ini pasti banyak yang sudah mengenal terkait rumah hook. Rumah hook yang berada di tepi jalan dengan keadaan terbuka ini memiliki mitos yang berlebihan. Banyak anggapan bahwa rumah hook itu tidak menguntungkan, serta akan menambah hal-hal negatif di dalam rumah dan lain sebagainnya. Hal itu adalah anggapan masayarakat terdahulu. Di era modern ini apakah anda termasuk orang yang percaya dengan mitos-mitos yang bertebaran tersebut?.

Disebut rumah hook merupakan rumah yang posisinya terletak di paling ujung sebelah jalan atau ruas perumahan. Posisi rumah hook yang tidak berhimpitan dengan rumah lain membuat sisi lain dari rumah tersebut terbuka. Rumah ini juga baik digunakan untuk bisnis karena letak yang strategis. Namun setiap lokasi diperumahan maupun jenis rumah yang ada termasuk rumah hook minimalis masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pintar-pintar arsitek dalam membangun rumah atau bangunan lainnya.

Kelebihan Rumah Hook

Pixabay.com

Di negara Indonesia sendiri, mitos terkait rumah hook ini tidak begitu mempengaruhi pemikiran masyarakat. Pasalnya  mitos-mitos tersebut tidak menganggu aktivitas maupun kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa beberapa masyarakay percaya dan bisa jadi terganggu dengan mitos tersebut.  Dan faktanya kebanyakan masyaakat Indonesia mengincar rumah berjenis ini. Bagi rumah hook minimalis begitu memikat mata masyarakat Indonesia. Alhasil, kebanyakan masyarakat Indoesia membangun jenis rumah ini, meski pun letak bangunan tidak berada di ruas jalan. Namun tetap, desain dan suasana sengaja diciptakan agar mirip dengan bangunan rumah hook.

Biasanya kawasan rumah hook ini lebih luas dari pada halaman rumah yang lain. Pasanya rumah hook ini mepet dengan ruas jalan yang dapat digunakan sebagai halaman atau tempat lainnya. Sering sekali rumah minimalis jenis ini menjadi incaran dikarenakan halaman yang lebih luas membuat para penghuni bisa memperluas bangunan itu sendiri.

Biasanya rumah jenis ini ditandai dengan lahan kosong yang sengaja dibuat untukpembatas dan sebagai tanda akhir kompleks itu sendiri. Tak heran jika rumah hook dipatok dengan harga yang lebih tinggi daripada yang lain. Dan tak bisa dipungkiri bahwa jenis rumah hook lebih cepat terjual dari pada rumah biasanya.

Tak jarang juga karena kestrategisannya rumh seperti ini bisa dijadikan lahan bisnis. Dengan adanya posisi halaman rumah hook yang terbuka dibeberapa arah dapat dialih fungsikan sebagai area bisnis. Pemiik rumah jenis ini bisa mendirikan toko maupun yang lain untuk menambah pemasukan finansial. Biasanya juga, lahan di sebelah rumah dapat disewakan untuk pemasangan iklan. Pada dinding bangunan yang terbuka juga dapat diletakkan iklan pula. Dan pasti hasilnya lebih memuaskan.

Tak hanya itu, pemaksimalan area lahan begitu memungkinkan bagi pemilik rumah hook ini. Bagi anda yang suka berkreasi untuk memanfaatkan halaman sekitar, rumah hook ini begitu coocok anda gunakan. Pasalnya rumah yang memiliki lahan lebih luas dapat digunakan untuk mendekorasi halaman. Bisa juga pemilik dapat bersantai pada pagi dan sore hari. Dapat menjadi area keluarga maupun taman bermain anak-anak.

Adanya luas halaman yang maksinal juga membuat rumah dapat mudah dibongkar pasang. Apabila pemilik bosan dengan desain rumahnya, halaman yang tersedia pada rumah hook ini dapat digungsikan. Berbeda dengan rumah yang bukan hook atau lebih dikenal dengan non hook. Rumah bukan hook begitu sulit untuk melakukan pembongkaran karena ketidak bebasan lahan atau lahan minim.

Akses yang dimiliki oleh bangunan ini pun lebih mudah dibanding non hook. Jadi pemilik dapat menggunakan alternatif lahan sebagai akses kendaraan lain atau sebagainnya. Kembali pada luas lahan yang dimiliki oleh rumah hook, peluang bisnis dan akses lebih mudah.

Kelemahan Dari Rumah Hoo

Pixabay.com

Pastinya suatu hal yang memiliki sebuah kelebihan akan diiringi dengan kekurangan. Begitu pula dengan rumah hook ini. Biaya pajak yang dikeluarkan justru lebih banyak dari pada rumah non-hook. Pasalnya lahan yang luas membuat tarif pajak semakin mahal. Selain itu posisi yang terbuka dengan membuka akses jalan yang lebih luas membuat tarif pajak pun semakin bertambah. Beban pajak rumah hook ini begitu mahal dibandingkan tarif pajak rumah biasa.

Dengan adanya akses jalan yang lebih luas juga membuat polusi udara semakin maksimal. Hal ini perlu dipertimbangkan oleh pemilik rumah jenis hook. Namun, pemilik juga dapat menanggulangi dengan tanaman hias kebun di sekitar rumah.

Atau bahkan rumah hook ini rawan kemalingan karena lahan yang lebih terbuka. Namun hal ini juga dapat ditanggulangi denga pembuatan pagar yang lebih tinggi maupun tanaman yang berduri. Meski adanya kekurangan dan kelebihan pada jenis rumah ini, dalam pembangunan rumah hook tidak boleh semabarangan atau ngawur. Perlu adanya hati-hati dalam pembangunan. Halaman luas juga dapat menyebabkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Berjaga-jaga begitu diperlukan, tidak hanya pemilik jenis rumah hook saja, melainkan semua kalangan pemiliki segala jenis rumah perlu berhati-hati.

Setelah membaca artikel diatas anda dapat menimbang atau mempertimbangkan penggunaan rumah hook.

Posted on

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Rumah adalah kebutuhan bagi setiap orang. Banyak orang yang berusaha keras untuk memiliki rumah dengan berbagai cara. Pembangunan rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, hal itu membuat banyak orang yang kesulitan untuk membangun rumah hunian.

Kamu perlu menyediakan budget dari sekarang apabila memiliki keinginan untuk memiliki rumah atau membangun rumah sendiri. Sebagai gambaran kamu dalam menyediakan budget, artikel ini akan membahas tentang cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Pixabay.com

Rumah dengan konsep minimalis membutuhkan biaya yang lebih sedikit karena desain yang digunakan sederhana. Rumah minimalis memiliki beberapa tipe ukuran diantaranya tipe 21, tipe 36, tipe 45, tipe 60, dan masih banyak tipe lainnya.

Apabila kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak, kamu membutuhkan rumah yang lebih luas. Jika ketersediaan lahan terbatas, kamu bisa membuat rumah dengan 2 lantai sehingga ruangan bisa lebih banyak namun tidak perlu menambah luas lahan bangunan.

Harga untuk membangun rumah dengan 2 lantai lebih mahal dibanding rumah dengan 1 lantai karena pada rumah 2 lantai menggunakan material yang lebih banyak. Luas rumah yang akan dibangun juga mempengaruhi biaya yang dikeluarkan.

Ada 3 cara menghitung biaya bangun rumah minimalis 2 lantai yang bisa kamu lakukan, cara-cara perhitungan tersebut akan diulas berikut ini.

Menghitung biaya bangun rumah 2 lantai

Pixabay.comRumah

1. Perhitungan umum

Perhitungan ini dilakukan dengan mencari informasi terkait perhitungan kasar secara umum. Informasi tersebut dapat diperoleh dari kenalan, jasa kontraktor, atau lainnya. Perhitungan biaya yang dikelurkan juga bisa diketahui dari kuas bangunan.

Untuk bangunan dengan luas 100 m2 membutuhkan biaya sekitar Rp350.000.000,00 hingga Rp450.000.000,00. Bangunan dengan luas 101-300 m2 membutuhkan biaya sekitar Rp350.000.000,00 hingga 1.000.000.000.000,00.

Semakin luas bangunan maka biaya yang dikeluarkan untuk proses pembangunan juga semakin banyak. Kamu harus menentukan tipe bangunan yang sesuai dengan budget dan kebutuhan kamu.

2. Perhitungan harga satuan

Perhitungan harga satuan ini dibuat secara rinci dengan mengetahui besarnya biaya material yang dibutuhkan. Kamu harus membuat daftar pengeluaran sebagai berikut.

  • Daftar harga bahan dan material bangunan

Untuk menghemat pengeluaran bahan bangunan, kamu bisa melakukan pembelian bahan bangunan sesuai dengan anggaran. Sebaiknya juga kamu memilih model rumah yang sesuai dengan kebutuhan utama.

  • Daftar upah tenaga kerja

Pemilihan pekerja sebaiknya menggunakan pekerja harian ketimbang pekerja borongan karena hasil pekerja borongan kadang mengecewakan dan tidak sesuai dengan keinginan. Pekerja borongan dituntut bekerja cepat sehingga mengabaikan hasil pekerjaan yang baik.

  • Daftar rincian material yang dibutuhkan berdasarkan luas bangunan yang hendak dibangun
  • Membuat flow chart alur pembangunan
  • Membuat total perhitungan harga secara menyeluruh

3. Perhitungan biaya kasar

Metode ini dilakukan untuk menghitung perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk proses pembangunan tiap meter persegi. Jika budget untuk membangun rumah di daerah tersebut sekitar 6 juta per meter persegi . Misalnya kamu akan membangun rumah dengan ukuran 60 m2 di lantai 1 dan 40 m2 di lantai 2.

Maka perhitungannya adalah luas bangunan dikali dengan Rp6.000.000,00 hasilnya adalah Rp600.000.00,00. Jadi itulah estimasi untuk membangun rumah 2 lantai ukuran 60 meter persegi. Kamu bisa menambahkan biaya lainnya dibutuhkan.

4. Biaya tak terduga

Biaya yang dikeluarkan di luar dari biaya dalam anggaran merupakan biaya tak terduga. Biaya ini muncul biasanya untuk menghias rumah, membeli property perlengkapan ruangan, dan lainnya. Kamu harus menyediakan dana untuk biaya tak terduga ini.

Adanya biaya tak terduga bisa diatasi dengan menggunakan dana jaga-jaga. Jadi kamu harus memiliki dana jaga-jaga dalam pembangunan hunian. Kamu bisa menambahkan 10% dari biaya pembangunan rumah secara keseluruhan sebagai biaya tak terduga.

Jumlah tersebut cukup untuk digunakan sebagai dana darurat. Total biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah dengan 2 lantai sesuai dengan asumsi di atas yaitu sekitar Rp305.000.000,00 sampai Rp450.000.000,00.

Itulah cara menghitung biaya bangun rumah 2 lantai. Kamu bisa mempersiapkan budget yang dibutuhkan untuk membangun rumah dari sekarang. Pada pembuatan rumah sendiri, ada beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh.

Keuntungan Membangun Rumah Sendiri

  • Bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki

Pembangunan rumah sendiri bisa diukur dengan kemampuan financial yang dimiliki. sehingga kamu bisa menyesuaikan ukuran rumah dan desainnya dengan budget yang kamu miliki.

  • Bisa menentukan desain rumah sesuai dengan keinginan

Membuat rumah sendiri biasanya diawali dengan membuat konsep desain rumah. Kamu bisa ikut andil dalam menentukan desain rumah seperti apa yang kamu inginkan.

  • Mengetahui kualitas material yang digunakan untuk membuat rumah

Ketika kamu membeli rumah jadi, kamu tidak mengetahui bagaimana kualitas material yang digunakan untuk membuat rumah tersebut. Lain halnya jika membangun rumah sendiri, kamu bisa memantau kualitas material yang digunakan dalam pembangunan.

  • Mengetahui proses pembuatan rumah sehingga lebih terpantau

Kamu bisa mengamati proses pembangunan rumah secara langsung sehingga kamu tahu seluk beluk dari rumah tersebut.

Itulah beberapa informasi yang bisa kamu ambil dari artikel ini. semoga bermanfaat.

Posted on

Cara Memasang Instalasi Listrik Rumah Secara Tepat

Pemasangan listrik bisa dilakukan secara mandiri karena sudah ada panduannya yang tertera di berbagai sumber. Namun, untuk alasan keamanan silakan simak artikel berikut.

Listrik sebagai sumber energi yang sering digunakan untuk mengoperasikan aneka peralatan rumah tangga maupun perusahaan ternyata memiliki teknik perawatan maupun pemasangan yang sedikit berbeda. Jika biasanya proses instalasi dilakukan oleh seorang yang ahli, kini Anda pun bisa melakukannya sendiri berbekal panduan yang lengkap. Namun, ada faktor keselamatan yang harus diutamakan sehingga akan lebih baik jika dikerjakan oleh seorang profesional dan ekspert di bidangnya. Berikut ini kami sajikan rangkaian informasi seputar cara memasang instalasi listrik rumah secara tepat.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memasang Listrik

Sebelum melakukan proses instalasi listrik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Ada empat hal dasar yang wajib dipenuhi seperti penjelasan berikut ini.

1.     Teliti Jumlah Ruangan dan Luas Lahan

Hal pertama yang harus diperhatikan terutama untuk Anda yang baru pertama kali memasang listrik adalah meneliti jumlah ruangan dan luas lahan. Hal ini akan membantu Anda dalam menganalisa banyaknya stop kontak maupun panjang kabel yang dibutuhkan. Kenali fungsi dari tiap ruangan karena bisa jadi jumlah stop kontak maupun panjang kabelnya relatif berbeda dibandingkan dengan ruangan lainnya. Selain itu, usahakan memasang stop kontak dengan jarak lebih dari 125 cm diatas lantai untuk menghindari jangkauan anak-anak.

2.     Kenali Besaran Daya Listrik

Selanjutnya silakan periksa berapa besaran daya listrik yang ada di rumah tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan pemasangan MCB yang berfungsi sebagai proteksi jika dimungkinkan ada arus berlebih yang mengakibatkan konsleting. Semakin besar daya listrik maka akan berbanding lurus dengan jumlah MCB yang harus dipasang.

3.     Persiapkan Material Maupun Komponen yang Dibutuhkan

Persiapkan beberapa material yang mendukung proses pemasangan instalasi listrik rumah. Adapun material tersebut meliputi MCB, stop kontak, kabel, sakelasr, isolasi, pipa, dan lain sebagainya.

4.     Mengetahui Jenis Kabel Listrik Rumah yang Tepat

Terakhir hal yang harus disiapkan sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara memasang instalasi listrik rumah adalah memastikan jenis kabel yang dipilih sudah sesuai SNI. Perlu dipahami bahwa masing-masing jenis kabel memiliki ukuran ampere yang berbeda. Salah-salah bisa menyebabkan hubungan arus pendek jika tidak mampu mengenalinya dengan baik. Hubungi jasa distributor kontraktor ACP seven Jakarta jika Anda mengalami kesulitan dalam penentuan kabel maupun proses instalasi listrik rumah.

7 Cara Memasang Instalasi Listrik Rumah yang Baik dan Benar

Untuk mempermudah Anda dalam proses instalasi listrik rumah, silakan perhatikan terlebih dahulu 7 cara baku pemasangannya. Perhatikan setiap detail pembahasan pada poin-poin berikut ini untuk meminimalisir risiko yang bisa saja terjadi.

1.     Buatlah Desain Jalur Instalasi Listrik

Pertama Anda diharuskan untuk membuat desain jalur pemasangan listrik. Misalnya saja jika Anda akan memasang listrik di area dapur, taman, kamar, toilet dan beberapa tempat lainnya. Pastikan untuk membuat jalur secara tepat.

2.     Pemasangan Pipa-Pipa Untuk Kabel Listrik

Jika hal pertama sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah membuat jalur pemasangan pipa. Silakan buat jalur pemasangan pipa di tembok dengan ketinggian minimal > 125 cm di atas lantai untuk menghindari jangkauan anak-anak.

3.     Mulai Melakukan Pemasangan Kabel Jalur Utama

Lakukan pemasangan kabel utama yang diukur dari pemasangan MCB sampai jalur terakhi dimana listrik akan dipasang. Lazimnya kabel-kabel ini akan dipasang di atap rumah agar terhindar dari jangkauan untuk selanjutnya akan dialirkan ke masing-masing pipa pemasangan kabel listrik.

4.     Lakukan Penyambungan Pada Sakelar dan Stop Kontak

Sambungkan kabel dari jalur utama ke pipa yang terpasang di tembok. Jika sudah, silakan alirkan sumber listrik tersebut ke stop kontak maupun sakelar yang telah ditentukan sebelumnya.

5.     Mulai Pasang Komponennya

Setelah melewati proses empat, Anda sudah bisa mulai memasang komponen pendukung seperti sakelar maupun stop kontak. Pastikan kabel-kabel yang akan dialirkan tersebut sudah tertutup dengan pipa dan diisolasi agar tidak membahayakan.

6.     Lakukan Uji Coba dengan MCB

Lakukan uji coba pada perangkat MCB. Setelah saklar MCB berada pada posisi on, lakukan pengecekan pada tiap sakelar maupun stop kontak. Pastikan aliran listrik telah mengalir di tiap komponennya.

7.     Lengkapi Instalasi Listrik dengan Kabel Arde

Terakhir silakan lengkapi proses instalasi listrik dengan kabel arde untuk proses grounding. Kabel arde yang baik harus terpasang pada tiap komponen dan sudah terhubung ke tanah.

Kisaran Biaya Pemasangan Listrik

Untuk mengetahui besaran biaya pemasangan listrik rumah, silakan lakukan perhitungan harga tiap komponen, seperti penjelasan berikut:

  1. Kabel utama tiap meternya Rp 90.000;
  2. Intalasi MCB tiap titiknya seharga Rp 240.000;
  3. Stop kontak bervariasi namun berada pada kisaran Rp 120.000 tiap titiknya;
  4. Lampu outdoor sekitar Rp 200.000 tiap titik; dan
  5. Lampu indorr sekitar Rp 100.000 per titiknya.

Penghitungannya sendiri tinggal mengalikan harga tiap elemen dengan banyaknya elemen yang terpasang. Total harga tersebut tentu belum termasuk dengan biaya jasa pemasangan. Masing-masing pengembang tentu memiliki penawaran harga yang berbeda-beda. Untuk itu silakan hubungi dan diskusikan lebih lanjut untuk mendapatkan kesepakatan harga.

Sekian penjelasan rinci mengenai cara memasnag instalasi rumah secara tepat. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut silakan update informasi dari berbagai sumber yang relevan. Semoga bermanfaat.