Posted on

Tips Menerapkan Pola Makan Bayi 4 Bulan yang Baik

Pada umumnya bayi akan mengenal makan padat ketika memasuki usia 6 bulan. Sebelum usia 6 bulan bayi hanya menerima ASI untuk asupan makannya. Namun beberapa kasus bayi telah mendapatkan makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan. Penerapan pola makan bagi bayi yang full ASI selama enam bulan tentu lebih mudah dilakukan. Bayi hanya membutuhkan ASI untuk pemenuhan nutrisinya. Lalu bagaimana pola makan untuk bayi yang sudah mengenal makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan? Berikut ini penjelasan.

Bagi bayi usia 4 bulan yang telah mengenal menu selain ASI membutuhkan penerapan pola makan yang baik. Sebagai orang tua anda dituntut untuk bisa menyediakan menu makanan yang tepat untuk usia tersebut. Ada beberapa pilihan makanan padat yang cocok diberikan kepada si kecil di usia 4 bulan Menu yang pertama adalah puree buah. Buah yang bisa dibuat menjadi puree ini adalah buah pisang atau apel. Puree cocok dijadikan sebuah menu MPASI pada bayi usia 4 bulan.

Selain membuat puree dari buah anda juga bisa membuat puree dari sayuran. Ada banyak pilihan sayuran yang bisa dijadikan sebagai puree. Sayuran yang sering dijadikan puree adalah wortel, labu, ubi jalar, dan beberapa sayuran lain. Semakin bertambahnya usia bayi maka porsi makan bisa ditambah lebih banyak. Menu lain yang bisa diberikan kepada bayi usia 4 bulan adalah sereal bayi. Agar menu ini cocok untuk si kecil maka harus disajikan sesuai dengan petunjuk yang ada. Mengkonsumsi sereal sesuai dengan petunjuk akan menghindari masalah sembelit pada bayi.

Tips menerapkan pola makan yang tepat untuk bayi usia 4 bulan adalah dengan melalui pemilihan menu tersebut. Menu – menu di atas bisa dijadikan sebagai menu paling tepat untuk makanan bayi 4 bulan. Pastikan anak mendapatkan menu yang berbeda setiap hari. Kenalkan menu baru secara bertahap dan pastikan anak mendapatkan nutrisi dengan baik. Itulah tips menerapkan pola makan pada bayi 4 bulan.

Posted on

CIRI-CIRI KEJANG PADA BAYI 0-6

Kejang sering kali di alami oleh bayi terutama bayi diusia 0 6 bulan. Kejang tentu akan membuat bagian tubuh bayi terhentik cepat dan singkat atau lama. Kejang tentu saja sangat berbahaya bagi  bayi. Sebagai orang tua tentu lebih baik untuk mencegah terjadinya kejang pada bayi. Maka dari itu perlu kita ketahui ciri-ciri kejang yang terjadi pada bayi :

  • mata berputar

awal mula kejang terjadi ditandai dengan mata bayi yang berputar. Disituasi seperti ini tidak heran jika orang tua merasa cemas dan takut karena pada situasi seperti ini mata bayi akan terlihat putih .kondisi ini sering berhubungan dengan demam pada anakdan bayi. Ketika kejang sudah dimulai maka akan diikuti oleh kondisi tubuh lain yang lebih buruk. Biasanya kejang ini kan berakhir jika mata kembali pulih seperti semula.

  • Tubuh kaku dan tersentak

Sebelum diawali dengan mata yang berputar kejang atau step pada bayi biasanya diawali dengan demam yang tinggi. Beberapa bayi bisa bertahan ketika mengalami demam. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan dan terkena demam sampai 38 derajat celcius kemungkinan juga bisa terkena kejang.

  • Tubuh bayi membungkuk kedepan

Ketika bayi sudah masuk ke perkembangan bayi 4 bulan maka ciri kejang juga bisa berbeda-beda. Ciri-ciri kejang posisi tubuh bayi membungkuk atau bagian punggung melengkung. Biasanya kejang ini akan terjadi ketika bayi akan tidur atau bangun tidur.

  • Berkeringat dan pucat

Sebelum bayi mulai kejang biasanya bayi akan berkeringat dan mukanya akan terlihat pucat.

  • Muntah

Muntah biasanya menjadi hal yang lumrah bagi bayi. Tetapi perlu kita ketahui bahwa muntah bisa saja menjadi awak mula bayi yang akan mengalami kejang.

  • Tatapan mata ke atas atau melamun

Lagi-lagi mata menjadi tanda kejang yang sangat jelas. Kejang pada bayi di bawah 6 bulan rata-rata suka memandang kelangit-langit. Dan ketika bayi melamun maka ini disebut sebagai tanda kejang yang akan dialami bayi.

  • Tubuh bayi lemas

Ketika bayi kejang maka tubuhnya akan medadak lemas, karena otot pada bayi tidak bekerja seperti biasanya.

Itulah beberapa ciri-ciri kejang pada bayi.

Posted on

Mengenal Penyebab Bayi BAB Keras dan Berdarah

Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, BAB yang dikeluarkan memang cenderung lebih padat dan keras dibanding dengan BAB pada bayi yang diberi ASI eksklusif. BAB keras juga bisa terjadi ketika bayi pertama kali diberi MP-ASI. Kondisi perut yang belum sempurna membuat feses bayi bisa encer ataupun keras. Nah yang perlu diwaspadai adalah ketika BAB yang keras ini disertai dengan darah.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi kadang juga mengalami BAB yang keras disertai dengan keluarnya darah. Feses yang keras bisa melukai daerah di sekitar keluarnya feses, sehingga saat keluar feses disertai dengan darah. Kondisi ini dikenal dengan fisura ani. Tandanya adalah bercak darah pada feses bayi. Hal yang sama juga bisa terjadi saat si kecil mengalami ruam popok. Selain dua hal diatas ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah.

  1. Alergi makanan

Saat pertama kali mencoba MP ASI si buah hati mungkin akan mengalami penyesuaian pada perut kecilnya. Hal ini menyebab bayi bisa BAB encer atau sebaliknya keras dan berdarah. Sistem pencernaan yang tidak sempurna menjadi penyebab feses keluar dalam bentuk yang tidak sempurna pula.

  1. Infeksi

Infeksi menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah selanjutnya. Seperti yang kita ketahui, bayi sering memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Hal ini mengakibatkan banyak mikroorganisme berbahaya masuk ke dalam sistem pencernaan bayi. Jika penyebabnya adalah infeksi, biasanya disertai dengan gejala demam tinggi, lesu, dan sakit pada perutnya.

  1. Radang Usus

Radang usus bisa mengakibatkan bayi mengeluarkan feses keras disertai dengan darah. Radang usus berbahaya bagi bayi. Gejala radang usus bisa dilihat jika bayi BAB disertai darah, berat badan yang terus menurun, kram perut dan bayi terlihat lemas.

Menghindari penyebab bayi BAB keras dan berdarah salah satunya adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko masuknya mikroorganisme berbahaya. Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala berlangsung dalam waktu yang lama, untuk memastikan si kecil dalam kondisi sehat dan aman. Semoga sedikit artikel di atas membantu.

Posted on

Penyebab Gumoh Pada Bayi

Gumoh merupakan suatu kondisi di mana bayi memuntahkan ASI yang baru saja diminumnya. Namun, ada beberapa sebab perihal gumoh yang terjadi pada bayi supaya bisa diperhatikan lebih lanjut oleh bunda.

Bayi Sudah Kenyang

Menurut beberapa studi penelitian, bahwa mengenai gumoh dan muntah adalah kondisi yang terjadi hampir mirip, namun pada dasarnya berbeda. Bagi anda yang belum tahu perbedaannya wajib ketahui ini.

Bayi yang mengalami gumoh bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena ia mengalami kekenyangan. Bayi yang kekenyangan akan bersendawa setelah mengeluarkan asinya melalui mulut.

Hanya saja, meski terbilang tidaklah berbahaya, anda harus ekstra perhatikan bahwa gumoh dikhawatirkan masuk ke hidung sehingga mengganggu sistem pernapasannya. Oleh karena itu, selalu awasi ya bunda.

Bayi Kesulitan Bernafas

Kemungkinan lainnya kenapa bayi anda gumoh adalah bisa jadi karena ia kesulitan bernapas. Baru lahirnya ke dunia memang mengharuskannya beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga tidak heran jika suatu kali ia gumoh.

Gumoh ini karena adanya dorongan dari perut bayi untuk mengeluarkan ASI baru saja diminumnya. Sehingga, memperhatikan sistem pernapasan bayi oun sangat penting sekali, apalagi pada saat hendak menyusui.

Bayi Menolak diberi Makan

Gumoh bisa saja terjadi karena bayi anda menolak untuk diberi makanan. Penolakan diberi makan berupa ASI ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya bisa saja karena aroma tubuh ibu yang berbeda.

Aroma tubuh ibu yang wangi bisa mempengaruhi selera bayi dalam minum ASI. Namun, aroma tubuh yang tidak sedap seringkali menjadikan bayi ingin gumoh, mengeluarkan segala isi dalam perutnya.

Kondisi Bayi Tidak Sehat

Bayi anda menolak untuk diberi ASI kemudian ia malah gumoh? Bisa saja kondisi tubuhnya memang sedang tidak sehat. Kondisi tubuh bayi yang tidak sehat memang sering kali menolak makanan yang masuk.

Penolakan makanan yang masuk ini seringkali menjadikannya gumoh, karena organ bagian dalam tubuhnya tidak bisa menerima ASI dengan baik. Segera konsultasikan ke dokter jika terdapat gejala bayi anda sedang tidak sehat.

Posted on

Mengenal Tanda-tanda Bayi Alergi Terhadap ASI

ASI merupakan sumber makanan bagi bayi yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya. Walaupun demikian, ada pula bayi yang alergi terhadap ASI. Gejala yang timbul ketika bayi alergi terhadap ASI diantaranya seperti sesak napas setelah menyusu, mual, sakit perut, ruam disekitar mulut dan anus serta diare.

Sumber masalah utamanya ada pada ibu dimana pola makan yang tidak baik. Maka dari itu, ada beberapa makanan yang harus dihindari oleh ibu menyusui seperti sebagai berikut:

  1. Alkohol

Ibu yang menyusui tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi alkohol. Pasalnya akan berdampak buruk terhadap kesehatan bayi. Alkohol yang masuk akan mengalir ke seluruh pembulu darah termasuk ke ASI, hal tersebut membuat bayi mengalami alergi.

  1. Minum Minuman Berkafein

Minuman berkafein yang diminum oleh ibu, 1% kafein akan masuk pada  ASI dan disedot oleh bayi. Jika demikian, maka akan mempengaruhi jam tidur bayi dan membuat perut bayi menjadi kembung.

  1. Minum Susu Formula

Walaupun ibu membutuhkan sumber protein seperti susu sapi, namun akan sangat disarankan untuk tidak mengonsumsinya. Hal tersebut demi kesehatan sang buah hati. Sebab susu sapi dapat mengakibatkan intoleransi laktosa dan lebih rentan terhadap alergi.

Oleh karena itu, lebih baik mencegah dan konsultasikan pada dokter bila ada tanda-tanda seperti yang di sebutkan di atas. Adapun secara umum berikut ciri-ciri bayi alergi ASI , berikut ini:

  1. Ruam

Ruam merupakan gejala yang sering terjadi dimana kulit menjadi memerah bahkan mengelupas dan lengket. Kondisi ini biasanya terjadi karena makanan ibu berupa protein yang kurang bagus untuk bayi.

  1. Gumoh

Gumoh memang sudah menjadi sesuatu yang umum, namun jika berlebihan perlu diwaspadai. Sebab dapat meningkatkan asam lambung naik, bahkan sampai sulit untuk bernafas.

Sesegera mungkin untuk kenali tanda-tandanya agar tidak berdampak buruk pada bayi. Dengan begitu, bayi akan lebih nyaman dan terhindar dari berbagai infeksi ataupun alergi. Kesehatan bayi tergantung pada ibu, maka dari itu, sang ibu menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan yang baik.

 

Posted on

Baik Untuk Pertumbuhan, Berikut Makanan Kalsium Untuk Bayi 6 Bulan

Di usia 0-6 bulan bayi memperoleh semua nutrisi hanya dari ASI, namun menginjak usia 6 bulan perlu mulai diberikan makanan pendamping untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Salah satu nutrisi yang diperlukan dalam pertumbuhan adalah kalsium. Zat ini berperan dalam proses pertumbuhan tulang dan gigi, pembekuan darah, serta berperan dalam kinerja sistem syaraf jantung dan otot. Berikut makanan kalsium untuk bayi 6 bulan yang harus anda tahu.

Jenis Makanan Berkalsium Bagi Bayi

  1. Susu

Bahan satu ini adalah sumber utama dalam memenuhi kebutuhan kalsium bagi bayi. Pada bayi, susu dapat diperoleh dari air susu ibu dan susu formula. Namun, pemberian air susu ibu lebih baik untuk bayi karena memiliki segudang manfaat yang lebih baik daripada susu formula. Pemberian ASI lebih baik dilakukan hingga si kecil berumur 2 tahun, sedangkan susu formula dapat diberikan sebagai tambahan saja. Susu tersebut dapat dicampurkan pada makanan bayi.

  1. Ikan Teri

Ikan kecil satu ini memiliki kandungan protein dan kalsium yang cukup baik. Terdapat sekitar 1200 gram kalsium dalam satu ons ikan teri, dimana jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian. Ikan teri dapat dicampurkan ke dalam bubur si kecil. Namun, sebelum itu ukuran dan tekstur ikan harus dilembutkan dahulu agar memudahkan bayi menelan.

  1. Kacang Kedelai

Jenis makanan kalsium untuk bayi 6 bulan ini sangat baik bila diberikan pada si kecil. Hal tersebut dikarenakan pada kacang kedelai memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Dalam satu mangkok kacang kedelai, memiliki sekitar 55 gram kalsium. Sebelum memberikannya pada bayi, kacang kedelai perlu diolah dahulu agar memiliki tekstur yang memudahkan si kecil untuk mencernanya.

  1. Tahu

Sebagai salah satu bentuk olahan kacang kedelai, tentunya tahu memiliki kandungan kandungan kalsium yang tinggi. Tahu yang berukuran sedang memiliki jumlah kalsium sekitar 125 gram. Bahan satu ini sangat cocok dijadikan makanan untuk si kecil yang masih berumur 6 bulan, apalagi dengan tekstur lembut yang dimilikinya tentunya akan memudahkan bayi dalam mengkonsumsinya.

  1. Brokoli

Makanan kalsium untuk bayi 6 bulan selanjutnya adalah brokoli. Bahan satu ini memiliki kalsium yang lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran hijau lainnya. Biasanya, para ibu menjadikan makanan ini sebagai campuran dalam bubur bayi yang biasa dikonsumsi si kecil. Karena bentuknya yang khas, selain dijadikan campuran makanan, brokoli juga biasanya digunakan untuk melatih kemampuan finger food si kecil.

 

Di usia perkembangannya, si kecil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, salah satunya adalah kalsium. Kebutuhan kalsium pada bayi berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga makanan berkalsium tinggi tersebut harus mulai diberikan oleh ibu pada si kecil. Dalam pemilihan jenis makanan, harus disesuaikan dengan kondisi bayi, usahakan memilih makanan yang memiliki tekstur lembut agar si kecil mudah dalam mencernanya.

Posted on

Tips-Tips Menidurkan Bayi Yang Rewel Dan Susah Tidur Dengan Mudah

 

 

Deskripsi

Menjadi orang tua itu bukan hal yang mudah. Apalagi ketika kita menikah di usia yang masih muda. Kemudian kita di karuniai sebuah anak dengan cepat. Mau gamau kita pun akan menjadi Ibu dan Bapak untuk anak-anak kita nantinya. Mengurus bayi itu sangat repot, apalagi jika kita itu baru mempunyai bayi anak yang pertama. Dan ketika bayi menangis terus tidak tidur-tidur di malam hari. Kita sebagai orangtua nya harus mengetahui bagaimana cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur.

Artikel

Ketika si bayi rewel dan susah tidur di malam hari akan menganggu kualitas tidur mama karena harus terpaksa bangun untuk menenagkan sang buah hatinya. Seringkali memang kita temui bahwa seorang bayi yang baru lahir itu masih belum bisa di perkirakan waktu tidurnya. Dan untuk menemukan cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur ketika malam hari itu termasuk pekerjaan yang sulit bagi orang tua baru.

Menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur

Menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur bukan perkara yang mudah bagi mama baru karena hal ini bisa membuat setres sehingga memerlukan orang dewasa yag lebih berpengalaman untuk membantu menenagkan si bayi seperti ibu mertua tau ibu kandung sendiri. Namun, jangan risau jika mama tidak ingin merepotkan orang lain hal yang bisa dilakukan bagaimana cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur dengan sendiri.

Tips-tips cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur sebagai berikut :

  1. Tempat Tidur Yang Nyaman, dimana Mama harus memilih alas tidur dengan bahan adem dan nyaman.
  2. Ketika bayi pipis dan popoknya basah maka segeralah ganti dengan popok yang kering.
  3. Ketika lapar dan haus ia akan rewel maka dari itu mama harus memberikannya ASI supaya membuatnya kenyang dan berhenti menangis.
  4. Selanjutnya bisa dengan cara digendong atau ditenangkan dengan cara mengelus kepala atau dipegang bagian dada nya. Itu akan membuatnya lebih tenang dan berhenti menangis.
  5. Dan yang terakhir dengan mengatur sinar lampu agar tidak terlalu terang, supaya menandakan waktunya tidur, tidak bermain.

Diatas adalah beberapa tips “cara menidurkan bayi yang rewel dan susah tidur” yang bisa kalian coba sebagai orangtua baru.

Posted on

Inilah Penyebab Infeksi Kulit Mudah Menyerang Bayi

Infeksi kulit pada bayi sangat mudah terjadi. Terutama di area sekitar wajah dan kaki. Bintik-bintik berwarna merah kerapkali muncul. Tahu apa penyebabnya?

Infeksi kulit adalah kondisi di mana bakteri atau kuman masuk ke kulit. Dengan melalui luka kemudian menyebar. Menimbulkan rasa sakit, bengkak dan kemerahan di kulit. Ini tidak hanya bisa mengenai bayi, tapi juga orang dewasa.

Infeksi kulit bayi bisa disebabkan oleh kuman atau bakteri. Bisa juga virus, jamur atau parasit. Di mana penyebarannya ke bayi bisa disebabkan beberapa faktor, yaitu:

  1. Kelompok bayi usia 2-5 tahun adalah yang paling rentan mengalami iritasi kulit. Ini karena bayi memiliki kulit yang masih sangat sensitif.
  2. Keramaian dan tempat umum. Infeksi kulit mudah menyebar di tempat umum yang ramai. Seperti taman bermain, di mana banyak orang juga ada di sana.
  3. Udara lembab. Bakteri penyebab infeksi kulit menyukai udara hangat. Terutama di musim kemarau.
  4. Kontak fisik. Kegiatan yang melibatkan sentuhan secara langsung dengan orang lain. Berisiko meningkatkan terjadinya infeksi pada kulit bayi.
  5. Kulit yang terluka. Melalui kulit yang terluka, bakteri bisa mudah masuk ke kulit lalu menginfeksi.

Untuk mencegah infeksi kulit pada bayi, kuncinya terletak pada kebersihan. Usahakan bayi dan lingkungan sekitarnya selalu bersih. Pastikan juga mainan dan peralatan bayi lainnya rutin dibersihkan.

Posted on

Cara Mengatasi Biang Keringat Pada bayi

Sering kali bayi baru lahir mengalami biang keringat. Biasanya gejala yang muncul yaitu ada ruam dan kulitnya yang kemerahan. Sebab kulit bayi memang lebih sensitif, sebaiknya ibu juga tidak sembarang memberinya obat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir ini harus dilakukan sesuai yang ditunjukkan dokter. Atau juga bisa dengan cara yang alami dan diobati sendiri.

Sebelum mengatasi masalah biang keringat sebaiknya ibu perlu mengetahui apa penyebabnya lebih dulu. Keringat berlebih yang terjadi pada bayi dapat menimbulkan pori-pori di kulitnya menjadi tersumbat yang membuat keringat tidak dapat keluar membuat biang keringat tersebut terjadi. Bayi baru lahir sering mengalami hal ini karena kelenjar keringat bayi masih belum tumbuh dengan sempurna.

Ada juga penyebab lainnya yaitu ketika suhu panas yang menimbulkan badan bayi berkeringat tetapi karena bajunya yang tebal ini membuat keringat tersebut tidak dapat keluar. Keringat yang tidak keluar itu masuk ke jaringan kulit dan sekitar kelenjar keringat. Hal tersebut akan membuat iritasi dan kemerahan pada kulit bayi.

Jika bayi telah mengalami ruam kemerahan pada kulitnya. Biasanya pada bagian yang tertutup misalnya pada lipatan tangan, pada bagian kemaluan, ketiak dan belakang lutut ini merupakan tanda bayi mengalami biang keringat. Bayi sering kali akan rewel dan akan menggaruk pada bagian yang ada ruamnya tersebut.

Bila sudah seperti itu sebaiknya si kecil ibu berikan pakaian dengan bahan yang nyaman dan dapat menyerap keringat. Lalu turunkan suhu pada ruangan dengan menggunakan AC atau kipas angin supaya membantu bayi atasi rasa gerahnya.

Cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir

Sering kali gejala biang keringat akan dapat hilang dengan sendirinya pada waktu beberapa hari saja. Agar dapat membantu bayi lebih nyaman sebaiknya ibu melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Turunkan suhu ruangan. Meningkatkan sirkulasi udara yang ada di rumah seperti memberi AC atau kipas angin ini supaya bayi tidak merasakan gerah berlebihan. Biang keringat dapat lebih buruk jika tubuh bayi terus menerus mengeluarkan keringat dan gerah.
  • Pakaian bayi harus yang nyaman. Ganti baju bayi dengan pakaiannya berbahan tipis supaya sirkulasi udara pada kulitnya lebih lancar.
  • Pakaikan bayi losion calamine. Olesi dengan losion di bagian ruam tapi jangan sampai terkena mata bayi.
  • Jaga bagian tubuh bayi yang terkena ruam supaya tetap kering.
Posted on

Tips Bagi Bayi Yang Susah Tidur Siang

 

Deskripsi :

Sebagian kegiatan bayi dilakukan untuk tidur, salah satu tidur yang harus diperhatikan adalah tidur siang bayi. Biasanya bayi akan mengalami susah tidur saat siang hari. Sehingga, dibutuhkan tipa bagi bayi yang susah tidur siang.

Artikel :

Bayi memiliki waktu untuk tidur dalam sehari sekitar sepuluh sampai delapan belas jam dan sekitar tujuh jam digunakan untuk tidur siang. Bayi akan tidur ketika merasa sudah kenyang dan akan kembali terbangun ketika sudah lapar atau kerna buang air. Biasanya pola tidur siang bayi lebih sedikit sulit karena pada siang hari biasanya waktunya untuk bermain. Namun, tidur siang untuk bayi merupakan hal yang sangat penting supaya pada malam hari bayi akan tertidur dengan nyenyak. Sehingga, dibutuhkan tips bagi bayi yang susah tidur siang.

Tips Bagi Bayi Yang Susag Tidur Siang

Pola tidur bayi menjadi sesuatu yang sangat penting supaya bayi lebih nyaman dan membantu para ibu supaya memiliki waktu untuk istirahat. Pola tidur bayi pada siang hari membutuhkan bebarapa tips supaya bayi dapat tidur di waktu yang tepat. Saat pola tidur bayi teratur maka kita akan lebih mudah untuk istirahat dan melakukan hal lainnya.

  1. Membuat jadwal tidur

Jadwal tidur untuk bayi memang harus dibuat supaya pola tidur bisa teratur selain pola tidur juga bisa membuat pola makan teratur. Memang membuat jadwal pola tidur untuk bayi tidak semudah yang dibayangkan. Namun kita perlu mencobanya, misalnya tidur siang mulai dari jam 11 maka sebelum jam 11 usahakan bayi sudah kenyang dan popok sudah diganti. Saat terbangun maka siapkan susu atau memberinya susu sehingga bayi bisa tidur kembali. Begitupuan jadawal tidur lainnya, hal tersebut harus dilakukan secara rutin. Sehingga, nantinya bayi akan terbiasa dengan sendirinya.

 

  1. Mengenali tanda bayi ketika mengantuk

Jika jadwal pola tidur dirasa berat, maka bisa dengan mengenali tanda bayi akan mengantuk. Saat bayi menunjukkan tanda mengantuk maka saat itu siapkan bayi untuk tidur. Pastikan juga bayi sudah dalam posisi nyaman sehingga dapat tidur dengan tenang. Jika bayi tidak dalam keadaan sakit maka bayi akan dengan mudahnya untuk tertidur. Pola makan yang teratur serta tidur yang teratur akan membuat kesehatan bayi menjadi meningkat.

Demikian informasi yang kami berikan mengenai tips bagi bayi yang susah tidur siang. Semoga bermanfaat