Posted on

Bolehkah Ibu Hamil 8 Bulan Naik Pesawat

Saat usia kehamilan memasuki 8 bulan maka perut sudah semakin membesar dan janin pun sudah mencari posisi agar bisa dilahirkan secara normal. Terkadang saat perut membesar, ibu hamil tidak akan bebas bergerak sehingga malas untuk perjalanan jauh.

Biasanya bepergian menggunakan pesawat akan membuat ibu hamil terasa nyaman, selain itu perjalanan juga menjadi lebih cepat. Akan tetapi bolehkan ibu hamil usia 8 bulan naik pesawat ?

Apakah boleh hamil 8 bulan naik pesawat ?

Sebenarnya saat usia kehamilan 8 bulan naik pesawat maka akan diperbolehkan sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku. Walaupun hal tersebut dianggap tidak aman. Akan tetapi bagi sebagian maskapai usia 8 bulan adalah batas mengikuti penerbangan.

Usia yang aman dan nyaman bagi ibu hamil ketika naik pesawat yaitu saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Saat kandungan masih di trimester pertama maka tidak disarankan naik pesawat karena memicu keguguran dan morning sicknes.

Lalu bagi ibu hamil dengan usia kandungan 8 bulan juga harus berkonsultasi dengan dokter dan menyiapkan surat keterangan. Surat keterangan tersebut berisi tentang kehamilannya yang tidak bermasalah dan sehat.

Hal itu dilakukan agar terhindar dari resiko lahir prematur karena efek ketinggian pada pesawat. Adanya alat pemindaian pada bandara juga tidak berpengaruh pada ibu dan janin.

Tips agar naik pesawat aman saat hamil 8 bulan

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan
  • Persiapan penerbangan dan jangan datang terlambat. Biasanya pemeriksaan bagi ibu hamil akan terasa lambat.
  • Pergi dengan keluarga karena jika ada masalah selama perjalanan maka kita bisa meminta bantuan kepada keluarga yang mendampingi kita.
  • Siapkan bekal khusus
  • Gunakan pakaian yang nyaman saat naik pesawat karena pakaian yang ketat dan terlihat sempit akan membuat kulit menjadi sensitif dan tidak leluasa bergerak.
  • Tidak selalu duduk dan selingi dengan berdiri atau berjalan dalam pesawat
  • Jangan menahan kencing saat di pesawat, untuk menghindarinya kita bisa memilih tempat duduk yang dekat dengan toilet sehingga mudah untuk mengaksesnya.

 

 

 

Posted on

Resiko Kesehatan Jika Ibu Hamil Sering Begadang

Rasa mual, pegal, kram, sesak napas, kesemutan hingga keinginan untuk selalu buang air kecil dan bolak –balik ke kamar mandi sering kali menjadi hal yang mengganggu ibu saat masa kehamilan. Terlebih lagi jika hal ini terjadi pada malam hari, yang bisa saja membuat ibu hamil kesulitan tidur. Padahal sebenarnya kebiasaan kurang tidur adalah hal yang perlu dihindari, karena resiko terkena bahaya begadang bagi ibu hamil semakin meningkat. Berikut beberapa kondisi medi yang cukup berbahaya bagi ibuh hamil akibat terlalu sering begadang:

  1. Anemia

Ibu hamil yang terlalu sering begadang akan menggangguproses kelancaran produksi sel darah  merah atau lebih dikenal dengan istilah anemia. hal ini akan mengakibatkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh termasuk janin menjadi terhambat. Padahal janin membutuhkan asupan oksigen dan sari-sari makanan agar tumbuh kembangnya semakin optimal. Untuk mengatasi anemia, sebaiknya ibu hamil menambah asupan zat besi melalui makanan seperti ayam, daging merah, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau gelap. Ibu hamil juga disarankan mengonsumsi vitamin C agar penyerapan zat besi lebih cepat.

  1. Tekanan darah tinggi

Hipertenti atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi 140/90 mmHg. Beberapa faktor penyebab kondisi ini adalah keturunan, kebiasaan merokok, kelebihan berat badan hingga kurang tidur. Hipertensi pada ibu hamil menyebabkan janin kekurangan gizi dan oksigendari si ibu. Ini terjadi akibat aliran darah yang mengalir ke plasenta mengalami penurunan. Hipertenti juga mengakibatkan resiko ibu hamil  terkena preeclampsia, yakni kenaikan kadar protein pada urine. Oleh karena itu penting bagi ibu hamil menghindari kebiasan tidur terlalu larut malam.

  1. Komplikasi persalinan

Beberapa penelitian mengungkapkan jika terdapat hubungan antara durasi dengan kualitas tidur ibu hamil terhadap komplikasi persalinan. Ibu hamil yang memiliki durasi waktu tidur kurang dari enam jam per hari, akan lebih beresiko mengalami masalah persalinan. Penyebab utamanya adalah begadang dapat mengganggu sistem imun tubuh ibu hamil. terlebih lagi jika masih dalam trimester pertama, tubuh ibu hamil akan cepat lelah dan beresiko keguguran.

Nah, anda sudah tau bukan bahaya begadang bagi ibu hamil yang perlu dihindari? Usahakan anda selalu memperoleh jam tidur yang cuku dan berkualitas, setidaknya 8 jam per hari. dengan tubuh ibu hamil yang senantiassa sehat, maka bayi yang dikandung juga akan terlahir dengan sehat.

Posted on

5 Bahaya Suami Merokok saat Istri Hamil yang Wajib Diketahui

Menjaga kehamilan bukan hanya isteri, tetapi juga ayah. Seorang suami wajib mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat istrinya hamil, termasuk merokok. Suami harus memahami bahwa ada beberapa bahaya suami merokok saat istri hamil yang wajib dihindari. Berikut ulasannya.

Bahaya Suami Merokok saat Istri Hamil

Asap rokok mengandung banyak zat racun sehingga sangat berbahaya bila suami merokok di dekat istrinya yang sedang hamil. Berikut ini bahaya asap rokok bagi ibu hamil maupun janinnya.

  1. Keguran: bahan kimia pada asap rokok akan masuk ke dalam aliran darah ibu dan janin dan pada akhirnya menyebabkan keguguran.
  2. Berat bayi lahir rendah (BBLR): bayi dengan BBLR memiliki risiko mengalami gangguan pernapasan, hipotermia, gangguan otak, masalah pencernaan, dan kekurangan gula darah.
  3. Prematur: bayi prematur berisiko menderita berbagai penyakit, seperti gangguan organ, sakit jantung bawan, penyakit kuning, infeksi, perdarahan di pembuluh darah otak, dan asma.
  4. Sindrom kematian mendadak: bayi dari ibu yang terpapar asap rokok ketika hamil bisa meninggal mendadak ketika sedang tidur.
  5. Stillbirth: yaitu ibu mengalami kelahiran mati pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Itulah 5 bahaya suami merokok saat istri hamil. Mengingat bahaya-bahaya tersebut maka sebaiknya suami tidak merokok di dekat istri. Tentunya, akan lebih baik jika kebiasaan merokok dihentikan sama sekali.

Posted on

Apakah hamil anggur bisa hamil lagi?

Hamil anggur adalah sesuatu hal yang tidak diharapkan bagi para calon ibu. Hamil seperti itu menyebabkan janin tidak berkembang dan beresiko terhadap kehamilan selanjutnya.

Istilah hamil anggur mungkin tidak asing bagi para Bunda. Hamil anggur merupakan suatu kegagalan kehamilan. Hamil ini diartikan juga sebagai hamil kosong. Sebagian besar wanita merasa cemas untuk bisa hamil lagi, karena khawatir akan mengalami hamil seperti itu kembali. Jadi apakah hamil anggur bisa hamil lagi?. Mari kita simak di penjelasan kali ini.

Hamil anggur terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berkembang, namun plasenta tumbuh abnormal dan membentuk anggur. Pada awal kehamilannya seorang ibu yang hamil anggur akan mengalami ciri-ciri seperti hamil normal, namun pada kenyataannya janin tidak berkembang. Anda bisa melihat gejalan hamil ini dan untuk mengetahui jelasnya diperlukan USG. Selengkapnya tetap simak artikel ini ya.

Gejala hamil anggur adalah sebagai berikut:

  1. Terjadi pendarahan pada trisemester pertama
  2. Mual dan muntah hingga sangat parah
  3. Perut terlihat lebih besar melebihi usia kehamilan
  4. Nyeri panggul yang berlebihan
  5. Keluarnya cairan kecoklatan atau gumpalan mirip anggur

apakah hamil anggur bisa hamil lagi? Sebenarnya, tidak direkomendasikan apabila setelah mengalami hamil anggur mencoba untuk hamil lagi dalam waktu dekat. Karena dikhawatirkan masih terdapat jaringan abnormal yang beresiko hamil anggur.

bagaimana jika mengalami hamil anggur. Sebagian besar ibu yang mengalami hamil tersebut akan mengalami keguguran spontan yang mengeluarkan gumpalan menyerupai anggur. Namun apabila tidak mengalami keguguran maka dokter akan melakukan tindakan seperti :

  1. kuret

kuret bertujuan untuk mengangkat jaringan abnormal menggunakan alat khusus. Tindakan ini

tepat bagi yang ingin hamil lagi

  1. histerektomi

Bagi yang tidak memiliki rencana hamil lagi maka dokter akan melakukan histerektomi yaitu pengangkatan rahim.

  1. Pemulihan

Seb abnormal kemungkinan ada yang tertinggal di rahim setelah di kuret, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin untuk pemulihan normal kembali.

Demikian penjelasan tentang Apakah hamil anggur bisa hamil lagi. Bagi bunda yang ingin segera menimang bayi semoga dimudahkan.

 

Posted on

Bunda, Yuk Kenali Tanda-Tanda Bayi Dehidrasi Sebelum Tambah Parah

Seperti halnya orang dewasa, si kecil juga bisa mengalami dehidrasi ketika kebutuhan cairan hariannya tidak terpenuhi dengan baik. Dibandingkan dengan orang dewasa, justru bayi lebih mudah mengalami kondisi tersebut. Biasanya, si kecil mengalami dehidrasi akibat dari diare, muntah, demam atau keringat. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa si kecil. Sebelum tambah parah, yuk kenali tanda-tanda bayi dehidrasi.

Gejala Bayi Mengalami Dehidrasi

  1. Jumlah Popok Basah Berkurang

Tanda yang paling mudah dikenali ketika si kecil mengalami dehidrasi adalah berkurangnya jumlah popok bayi yang basah. Umumnya, bayi yang menderita dehidrasi akan menghasilkan lebih sedikit popok basah dibandingkan biasanya. Apabila dalam waktu enam hingga delapan jam si kecil tidak menghasilkan popok basah, maka besar kemungkinannya jika bayi mengalami dehidrasi.

Pada kondisi ini, air kencing yang dikeluarkan bayi pastinya lebih sedikit serta memiliki warna yang lebih pekat dari biasanya. Tak hanya itu, air kencing yang dihasilkan juga memiliki bau yang lebih menyengat. Jika sudah muncul tanda ini, maka ada baiknya untuk segera memberikannya ASI atau susu formula. Namun, bila si kecil tidak menghasilkan satu pun popok basah dalam waktu lebih dari 8 jam, sebaiknya anda segera menghubungi dokter.

  1. Air Mata Tidak Keluar Saat Menangis

Selain produksi popok basahnya yang berkurang, tanda-tanda bayi dehidrasi juga juga terlihat ketika menangis, dimana si kecil  tidak bisa mengeluarkan air mata. Seperti yang telah diketahui, bahwa bayi akan cenderung menangis ketika ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Saat mengalami dehidrasi pun akan membuatnya rewel, mudah tersinggung, sehingga membuatnya lebih sering menangis dari biasanya.

Akan tetapi, jika kondisi dehidrasi yang dialaminya mulai memburuk, maka akan air mata berhenti diproduksi. Dimana, hal tersebut terjadi akibat dari tubuh yang tidak memiliki cukup cairan yang dibutuhkan. Itulah yang menyebabkan bayi yang mengalami dehidrasi tidak bisa mengeluarkan air mata ketika menangis. Jika anda mendapati si kecil pada kondisi ini, maka langsung berikan cairan yang cukup.

  1. Kurang Aktif

Sama halnya orang dewasa ketika dehidrasi, bayi yang mengalami kondisi tersebut juga akan tampak kurang aktif, mudah mengantuk, dan lesu. Oleh karena itu, bila si kecil sulit terjaga dari biasanya, maka patut dicurigai jika buah hati anda sedang mengalami dehidrasi berat. untuk menangani hal tersebut, sebaiknya anda segera menemui dokter anak, agar si kecil segera mendapat penanganan dengan tepat.

Apabila si kecil menunjukkan beberapa tanda dehidrasi tersebut, maka anda harus segera mengatasinya. Untuk mengembalikan kebutuhan cairan tubuhnya, anda bisa memberikan ASI ataupun susu formula dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Dengan begitu, dehidrasi sedang maupun ringan yang dialami si kecil bisa teratasi dengan baik. Namun, jika sudah parah, ada baiknya untuk segera membawa si kecil untuk menemui dokter.

 

Posted on

Tips Menerapkan Pola Makan Bayi 4 Bulan yang Baik

Pada umumnya bayi akan mengenal makan padat ketika memasuki usia 6 bulan. Sebelum usia 6 bulan bayi hanya menerima ASI untuk asupan makannya. Namun beberapa kasus bayi telah mendapatkan makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan. Penerapan pola makan bagi bayi yang full ASI selama enam bulan tentu lebih mudah dilakukan. Bayi hanya membutuhkan ASI untuk pemenuhan nutrisinya. Lalu bagaimana pola makan untuk bayi yang sudah mengenal makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan? Berikut ini penjelasan.

Bagi bayi usia 4 bulan yang telah mengenal menu selain ASI membutuhkan penerapan pola makan yang baik. Sebagai orang tua anda dituntut untuk bisa menyediakan menu makanan yang tepat untuk usia tersebut. Ada beberapa pilihan makanan padat yang cocok diberikan kepada si kecil di usia 4 bulan Menu yang pertama adalah puree buah. Buah yang bisa dibuat menjadi puree ini adalah buah pisang atau apel. Puree cocok dijadikan sebuah menu MPASI pada bayi usia 4 bulan.

Selain membuat puree dari buah anda juga bisa membuat puree dari sayuran. Ada banyak pilihan sayuran yang bisa dijadikan sebagai puree. Sayuran yang sering dijadikan puree adalah wortel, labu, ubi jalar, dan beberapa sayuran lain. Semakin bertambahnya usia bayi maka porsi makan bisa ditambah lebih banyak. Menu lain yang bisa diberikan kepada bayi usia 4 bulan adalah sereal bayi. Agar menu ini cocok untuk si kecil maka harus disajikan sesuai dengan petunjuk yang ada. Mengkonsumsi sereal sesuai dengan petunjuk akan menghindari masalah sembelit pada bayi.

Tips menerapkan pola makan yang tepat untuk bayi usia 4 bulan adalah dengan melalui pemilihan menu tersebut. Menu – menu di atas bisa dijadikan sebagai menu paling tepat untuk makanan bayi 4 bulan. Pastikan anak mendapatkan menu yang berbeda setiap hari. Kenalkan menu baru secara bertahap dan pastikan anak mendapatkan nutrisi dengan baik. Itulah tips menerapkan pola makan pada bayi 4 bulan.

Posted on

CIRI-CIRI KEJANG PADA BAYI 0-6

Kejang sering kali di alami oleh bayi terutama bayi diusia 0 6 bulan. Kejang tentu akan membuat bagian tubuh bayi terhentik cepat dan singkat atau lama. Kejang tentu saja sangat berbahaya bagi  bayi. Sebagai orang tua tentu lebih baik untuk mencegah terjadinya kejang pada bayi. Maka dari itu perlu kita ketahui ciri-ciri kejang yang terjadi pada bayi :

  • mata berputar

awal mula kejang terjadi ditandai dengan mata bayi yang berputar. Disituasi seperti ini tidak heran jika orang tua merasa cemas dan takut karena pada situasi seperti ini mata bayi akan terlihat putih .kondisi ini sering berhubungan dengan demam pada anakdan bayi. Ketika kejang sudah dimulai maka akan diikuti oleh kondisi tubuh lain yang lebih buruk. Biasanya kejang ini kan berakhir jika mata kembali pulih seperti semula.

  • Tubuh kaku dan tersentak

Sebelum diawali dengan mata yang berputar kejang atau step pada bayi biasanya diawali dengan demam yang tinggi. Beberapa bayi bisa bertahan ketika mengalami demam. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan dan terkena demam sampai 38 derajat celcius kemungkinan juga bisa terkena kejang.

  • Tubuh bayi membungkuk kedepan

Ketika bayi sudah masuk ke perkembangan bayi 4 bulan maka ciri kejang juga bisa berbeda-beda. Ciri-ciri kejang posisi tubuh bayi membungkuk atau bagian punggung melengkung. Biasanya kejang ini akan terjadi ketika bayi akan tidur atau bangun tidur.

  • Berkeringat dan pucat

Sebelum bayi mulai kejang biasanya bayi akan berkeringat dan mukanya akan terlihat pucat.

  • Muntah

Muntah biasanya menjadi hal yang lumrah bagi bayi. Tetapi perlu kita ketahui bahwa muntah bisa saja menjadi awak mula bayi yang akan mengalami kejang.

  • Tatapan mata ke atas atau melamun

Lagi-lagi mata menjadi tanda kejang yang sangat jelas. Kejang pada bayi di bawah 6 bulan rata-rata suka memandang kelangit-langit. Dan ketika bayi melamun maka ini disebut sebagai tanda kejang yang akan dialami bayi.

  • Tubuh bayi lemas

Ketika bayi kejang maka tubuhnya akan medadak lemas, karena otot pada bayi tidak bekerja seperti biasanya.

Itulah beberapa ciri-ciri kejang pada bayi.

Posted on

Mengenal Penyebab Bayi BAB Keras dan Berdarah

Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, BAB yang dikeluarkan memang cenderung lebih padat dan keras dibanding dengan BAB pada bayi yang diberi ASI eksklusif. BAB keras juga bisa terjadi ketika bayi pertama kali diberi MP-ASI. Kondisi perut yang belum sempurna membuat feses bayi bisa encer ataupun keras. Nah yang perlu diwaspadai adalah ketika BAB yang keras ini disertai dengan darah.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi kadang juga mengalami BAB yang keras disertai dengan keluarnya darah. Feses yang keras bisa melukai daerah di sekitar keluarnya feses, sehingga saat keluar feses disertai dengan darah. Kondisi ini dikenal dengan fisura ani. Tandanya adalah bercak darah pada feses bayi. Hal yang sama juga bisa terjadi saat si kecil mengalami ruam popok. Selain dua hal diatas ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah.

  1. Alergi makanan

Saat pertama kali mencoba MP ASI si buah hati mungkin akan mengalami penyesuaian pada perut kecilnya. Hal ini menyebab bayi bisa BAB encer atau sebaliknya keras dan berdarah. Sistem pencernaan yang tidak sempurna menjadi penyebab feses keluar dalam bentuk yang tidak sempurna pula.

  1. Infeksi

Infeksi menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah selanjutnya. Seperti yang kita ketahui, bayi sering memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Hal ini mengakibatkan banyak mikroorganisme berbahaya masuk ke dalam sistem pencernaan bayi. Jika penyebabnya adalah infeksi, biasanya disertai dengan gejala demam tinggi, lesu, dan sakit pada perutnya.

  1. Radang Usus

Radang usus bisa mengakibatkan bayi mengeluarkan feses keras disertai dengan darah. Radang usus berbahaya bagi bayi. Gejala radang usus bisa dilihat jika bayi BAB disertai darah, berat badan yang terus menurun, kram perut dan bayi terlihat lemas.

Menghindari penyebab bayi BAB keras dan berdarah salah satunya adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko masuknya mikroorganisme berbahaya. Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala berlangsung dalam waktu yang lama, untuk memastikan si kecil dalam kondisi sehat dan aman. Semoga sedikit artikel di atas membantu.

Posted on

Penyebab Gumoh Pada Bayi

Gumoh merupakan suatu kondisi di mana bayi memuntahkan ASI yang baru saja diminumnya. Namun, ada beberapa sebab perihal gumoh yang terjadi pada bayi supaya bisa diperhatikan lebih lanjut oleh bunda.

Bayi Sudah Kenyang

Menurut beberapa studi penelitian, bahwa mengenai gumoh dan muntah adalah kondisi yang terjadi hampir mirip, namun pada dasarnya berbeda. Bagi anda yang belum tahu perbedaannya wajib ketahui ini.

Bayi yang mengalami gumoh bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena ia mengalami kekenyangan. Bayi yang kekenyangan akan bersendawa setelah mengeluarkan asinya melalui mulut.

Hanya saja, meski terbilang tidaklah berbahaya, anda harus ekstra perhatikan bahwa gumoh dikhawatirkan masuk ke hidung sehingga mengganggu sistem pernapasannya. Oleh karena itu, selalu awasi ya bunda.

Bayi Kesulitan Bernafas

Kemungkinan lainnya kenapa bayi anda gumoh adalah bisa jadi karena ia kesulitan bernapas. Baru lahirnya ke dunia memang mengharuskannya beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga tidak heran jika suatu kali ia gumoh.

Gumoh ini karena adanya dorongan dari perut bayi untuk mengeluarkan ASI baru saja diminumnya. Sehingga, memperhatikan sistem pernapasan bayi oun sangat penting sekali, apalagi pada saat hendak menyusui.

Bayi Menolak diberi Makan

Gumoh bisa saja terjadi karena bayi anda menolak untuk diberi makanan. Penolakan diberi makan berupa ASI ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya bisa saja karena aroma tubuh ibu yang berbeda.

Aroma tubuh ibu yang wangi bisa mempengaruhi selera bayi dalam minum ASI. Namun, aroma tubuh yang tidak sedap seringkali menjadikan bayi ingin gumoh, mengeluarkan segala isi dalam perutnya.

Kondisi Bayi Tidak Sehat

Bayi anda menolak untuk diberi ASI kemudian ia malah gumoh? Bisa saja kondisi tubuhnya memang sedang tidak sehat. Kondisi tubuh bayi yang tidak sehat memang sering kali menolak makanan yang masuk.

Penolakan makanan yang masuk ini seringkali menjadikannya gumoh, karena organ bagian dalam tubuhnya tidak bisa menerima ASI dengan baik. Segera konsultasikan ke dokter jika terdapat gejala bayi anda sedang tidak sehat.

Posted on

Mengenal Tanda-tanda Bayi Alergi Terhadap ASI

ASI merupakan sumber makanan bagi bayi yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya. Walaupun demikian, ada pula bayi yang alergi terhadap ASI. Gejala yang timbul ketika bayi alergi terhadap ASI diantaranya seperti sesak napas setelah menyusu, mual, sakit perut, ruam disekitar mulut dan anus serta diare.

Sumber masalah utamanya ada pada ibu dimana pola makan yang tidak baik. Maka dari itu, ada beberapa makanan yang harus dihindari oleh ibu menyusui seperti sebagai berikut:

  1. Alkohol

Ibu yang menyusui tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi alkohol. Pasalnya akan berdampak buruk terhadap kesehatan bayi. Alkohol yang masuk akan mengalir ke seluruh pembulu darah termasuk ke ASI, hal tersebut membuat bayi mengalami alergi.

  1. Minum Minuman Berkafein

Minuman berkafein yang diminum oleh ibu, 1% kafein akan masuk pada  ASI dan disedot oleh bayi. Jika demikian, maka akan mempengaruhi jam tidur bayi dan membuat perut bayi menjadi kembung.

  1. Minum Susu Formula

Walaupun ibu membutuhkan sumber protein seperti susu sapi, namun akan sangat disarankan untuk tidak mengonsumsinya. Hal tersebut demi kesehatan sang buah hati. Sebab susu sapi dapat mengakibatkan intoleransi laktosa dan lebih rentan terhadap alergi.

Oleh karena itu, lebih baik mencegah dan konsultasikan pada dokter bila ada tanda-tanda seperti yang di sebutkan di atas. Adapun secara umum berikut ciri-ciri bayi alergi ASI , berikut ini:

  1. Ruam

Ruam merupakan gejala yang sering terjadi dimana kulit menjadi memerah bahkan mengelupas dan lengket. Kondisi ini biasanya terjadi karena makanan ibu berupa protein yang kurang bagus untuk bayi.

  1. Gumoh

Gumoh memang sudah menjadi sesuatu yang umum, namun jika berlebihan perlu diwaspadai. Sebab dapat meningkatkan asam lambung naik, bahkan sampai sulit untuk bernafas.

Sesegera mungkin untuk kenali tanda-tandanya agar tidak berdampak buruk pada bayi. Dengan begitu, bayi akan lebih nyaman dan terhindar dari berbagai infeksi ataupun alergi. Kesehatan bayi tergantung pada ibu, maka dari itu, sang ibu menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan yang baik.