Posted on

Bagaimana Manfaat Propolis Untuk Ginjal? Yuk Simak Selengkapnya Disini

 

Menjadi obat herbal yang telah digunakan sejak lama, propolis memang memiliki banyak manfaat untuk mengatasi berbagai penyakit. Produk dari lebah yang satu ini bahkan dipercaya dapat berfungsi sebagai suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Maka dari itu, berikut manfaat propolis untuk ginjal yang harus anda ketahui.

Mengenal Kandungan Yang Dimiliki Propolis

Tak perlu diragukan lagi, sebelum menjadi obat herbal yang dikonsumsi manusia, propolis adalah zat yang digunakan untuk melindungi sarang lebah madu. Pasalnya, propolis ini dapat berasal dari tanaman, pohon, aliran getah dan sumber botani lain yang memiliki tekstur waxy atau bisa juga disebut dengan nama bee glue.

Berbagai jenis lebah yang ada di dunia selalu menghasilkan jenis propolis yang berbeda pula. Hal ini tentu dapat mempengaruhi warna yang dihasilkan oleh propolis karena jenis tumbuhan yang dimanfaatkan lebah untuk membuat bee glue ini berbeda. Bahkan, propolis juga menghasilkan kondisi unik seperti adanya sifat lengket jika ruangan berada pada suhu di atas 20 derajat celcius.

Propolis yang disusun oleh lebah madu ini pada dasarnya memiliki banyak kandungan senyawa aktif. Kandungan yang terbentuk lebih dari 300 senyawa ini memiliki sifat antioksidan, antijamur dan anti-inflamasi. Tentunya, senyawa-senyawa itulah yang bisa memberikan manfaat propolis untuk ginjal.

Meskipun sama-sama berasal dari produksi lebah madu, propolis memiliki nutrisi yang khusus dan berbeda dari madu, bee pollen maupun royal jelly. Bahkan beberapa kandungan propolis yang memiliki sifat antibakteri juga terdiri dari banyak senyawa aktif, diantaranya adalah ferulic acids, pinobanksin 30 acetante, chrysin, pinobanksin, prenyl esters of caffeic, pinocembrin dan senyawa lainnya.

Selain itu, propolis juga memiliki kandungan senyawa aktif seperti resin, balsam, minyak aromatik, serbuk sari dan bahan organic lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Senyawa-senyawa tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari polifenol dan flavonoid yang dapat membantu meningkatkan vitamin C dalam tubuh dan melawan radikal bebas.

Untuk memperoleh berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh, propolis ini diproses dengan cara proses ekstraksi yang dilakukan menggunakan alcohol maupun air. Proses ekstraksi ini dimaksudkan untuk memperoleh kandungan flavonoid agar dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyembuhkan penyakit.

Begitu pula, perkembangan pengolahan propolis juga telah dilakukan menggunakan teknologi yang canggih seperti proses nano technology. Pemilihan propolis terbaik dan diolah menggunakan teknologi mutakhir sebagaimana pada British Propolis oleh Ippho Santosa ini telah menghadirkan kandungan flavonoid dengan 3 hingga 4 kali lebih tinggi dibanding dengan propolis yang lainnya.

Bahkan, manfaat satu tetes propolis ini dapat disamakan dengan kandungan flavonoid yang terdapat pada 500 butir jeruk. Tentunya, kandungan ini dapat berfungsi sebagai antikanker, anti-inflamasi, antivirus, antijamur, antioksidan, antibakteri untuk membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh dan meregenerasi sel.

Begitu pula, beberapa penelitian yang dilakukan untuk menguji keefektifan dari manfaat propolis juga telah terbukti dapat mengatasi berbagai penyakit. Obat herbal yang satu ini juga sudah terbukti dapat membantu untuk mengobati penyakit herpes. Bahkan, propolis juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Kegunaan Propolis Untuk Mengatasi Penyakit Ginjal

Tak hanya puluhan tahun, obat herbal yang satu ini bahkan sudah dikenal sejak 350 sebelum masehi. Pada saat itu, beberapa orang yang tertarik dengan lapisan pelindung sarang lebah ini mencoba menerapkannya dalam dunia kesehatan. Bahkan, orang-orang dahulu sudah banyak mencoba herbal ini untuk mengobati abses atau bisul, luka hingga tumor.

Berbagai informasi tentang manfaat propolis pun sudah tersebar di seluruh dunia hingga saat ini. Meski demikian, para peneliti terus melakukan aksinya dalam menguji berbagai manfaat yang dihadirkan oleh propolis. Tentunya, manfaat propolis untuk ginjal juga memberikan reaksi positif karena propolis memiliki sifat antivirus, antijamur dan antibakteri.

Propolis pada dasarnya sah untuk digunakan siapa saja, terutama penderita ginjal. Meski demikian, penggunaan obat herbal propolis sebaiknya dilakukan dengan anjuran dokter. Dalam hal ini, dokter akan mengecek kebutuhan nutrisi dan reaksi alergi yang terdapat pada tubuh anda untuk menentukan jumlah dosis propolis yang bisa dikonsumsi dalam setiap harinya.

Penggunaan yang terbatas tersebut dikarenakan beberapa obat herbal yang diproduksi oleh lebah terkadang memiliki efek samping yang dirasakan oleh orang yang memiliki reaksi alergi.  Beberapa reaksi yang bisa ditimbulkan setelah mengkonsumsi herbal ini adalah timbulnya rasa gatal, ruam merah dan bisa berlanjut hingga pembengkakan.

Selain itu, penderita ginjal yang memiliki penyakit asma juga tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi propolis. Sayangnya, kandungan beberapa herbal dari lebah dapat memicu timbulnya gejala asma. Bahkan, beberapa propolis yang diolah menggunakan alkohol juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya reaksi ini.

Oleh karena itu, seorang penderita ginjal yang tidak memiliki reaksi alergi maupun penyakit asma dapat disarankan untuk mengkonsumsi propolis. Tentunya herbal ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, dan mengikuti anjuran serta saran yang diberikan oleh dokter yang membantu proses penyembuhan penyakit ginjal.

Penyembuhan penyakit ginjal dengan propolis juga sudah dilakukan penelitian oleh seorang Doktor dari Prodi Ilmu Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian yang dijadikan sebagai bahan disertasi ini bahkan telah menemukan manfaat propolis untuk ginjal. Dalam hal ini, propolis telah terbukti dapat menghambat kerusakan yang terjadi pada ginjal.

Tentunya, hal ini dapat dikuatkan dengan cara melihat penyebab sakit ginjal tersebut. Gangguan ginjal yang seringkali disebabkan oleh penumpukan racun maupun berbagai infeksi yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri dapat disembuhkan dengan obat herbal ini. Sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dimiliki oleh propolis dapat menjaga ginjal dari kerusakan.

Sifat dari reaksi kandungan propolis ini membentuk jaringan klinis dan molekuler. Bahkan, seseorang yang telah menderita penyakit ginjal kronis dan membutuhkan cuci darah dapat diatasi dengan pengobatan ini secara bertahap. Hal yang perlu diingat dalam proses penyembuhan ini hanyalah panduan dari dokter agar tidak melebihi dosis dan menimbulkan efek samping.

Penyakit ginjal adalah salah satu jenis penyakit berbahaya yang banyak diderita oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kondisi pola hidup yang kurang sehat maupun beberapa infeksi virus, bakteri dan jamur. Oleh karena itu, obat herbal propolis ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit ginjal dengan cara bertahap.