Posted on

Menyimak Informasi Terapi Anak ADHD

ADHD ialah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau salah satu jenis penyakit mental yang sering terjadi pada anak-anak. Meski kerap terjadi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa diderita oleh orang dewasa. Penyakit ini pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang dibarengi dengan terapi-terapi khusus. Oleh sebab itu, kemauan yang tinggi dan komitmen penuh harus dimiliki agar penanggulangan penyakit ini bisa cepat teratasi dwngan baik. Adapun jenis psikoterapi yang biasanya digunakan dalam penanganan penyakit ADHD pada anak ialah sebagai berikut:

  1. Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT) merupakan terapi pertama yang dilakukan pada penderita ADHD dengan tujuan untuk mengubah pola pikir dan tindakan seseorang dalam menghadapi suatu permasalahan dalam suatu kondisi tertentu. Oleh sebab itu, rutin melakukan terapi ini dapat membantu perubahan pola pikir dan perilaku anak secara bertahap hari demi hari.
  2. Terapi psikoedukasi merupakan jenis terapi yang dilakukan untuk mengetahui solusi terhadap gejala-gejala yang ditimbulkan pada anak. Pada umumnya metode yang diguankan dalam terapi psikoedukasi ialah anak dituntut untuk bercerita sehingga tim medis bisa mengetahui mengenai bagaimana kesulitan yang dialami. Selanjutnya mereka juga bisa menentukan solusi atas permasalahan tersebut.
  3. Pelatihan interaksi sosial ialah jenis terapi yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sikap dan perilaku benar yang seharusnya dilakukan dalam situasi tertentu.

Penanganan penyakit ADHD pada anak melalui melaluiĀ  psikoterapi ini dinilai sangat ampuh untuk membantu penderita mengatasi gangguan mental tersebut. Hal ini akan berhasil jika dilakukan dengan konsisten atau rutin sesuai aturan yang telah ditetapkan dokter. Selain itu, konsumsi obat-obatan juga tetap harus dilakukan selama masa pengobatan berlangsung sehingga tidak hanya berasal dari terapi kesembuhan dapat diraih, melainkan dengan konsumi obat secara rutin sesuai dengan petunjuk dokter. Kedua hal ini harus berjalan secara seimbang atau berdampingan baik itu pada anak ataupun orang dewasa penderita ADHD yang notabene tidak bisa dianggap remeh.