Posted on

Mengenal Penyebab Bayi BAB Keras dan Berdarah

Pada bayi yang mengonsumsi susu formula, BAB yang dikeluarkan memang cenderung lebih padat dan keras dibanding dengan BAB pada bayi yang diberi ASI eksklusif. BAB keras juga bisa terjadi ketika bayi pertama kali diberi MP-ASI. Kondisi perut yang belum sempurna membuat feses bayi bisa encer ataupun keras. Nah yang perlu diwaspadai adalah ketika BAB yang keras ini disertai dengan darah.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi kadang juga mengalami BAB yang keras disertai dengan keluarnya darah. Feses yang keras bisa melukai daerah di sekitar keluarnya feses, sehingga saat keluar feses disertai dengan darah. Kondisi ini dikenal dengan fisura ani. Tandanya adalah bercak darah pada feses bayi. Hal yang sama juga bisa terjadi saat si kecil mengalami ruam popok. Selain dua hal diatas ada beberapa hal yang menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah.

  1. Alergi makanan

Saat pertama kali mencoba MP ASI si buah hati mungkin akan mengalami penyesuaian pada perut kecilnya. Hal ini menyebab bayi bisa BAB encer atau sebaliknya keras dan berdarah. Sistem pencernaan yang tidak sempurna menjadi penyebab feses keluar dalam bentuk yang tidak sempurna pula.

  1. Infeksi

Infeksi menjadi penyebab bayi BAB keras dan berdarah selanjutnya. Seperti yang kita ketahui, bayi sering memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Hal ini mengakibatkan banyak mikroorganisme berbahaya masuk ke dalam sistem pencernaan bayi. Jika penyebabnya adalah infeksi, biasanya disertai dengan gejala demam tinggi, lesu, dan sakit pada perutnya.

  1. Radang Usus

Radang usus bisa mengakibatkan bayi mengeluarkan feses keras disertai dengan darah. Radang usus berbahaya bagi bayi. Gejala radang usus bisa dilihat jika bayi BAB disertai darah, berat badan yang terus menurun, kram perut dan bayi terlihat lemas.

Menghindari penyebab bayi BAB keras dan berdarah salah satunya adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari risiko masuknya mikroorganisme berbahaya. Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala berlangsung dalam waktu yang lama, untuk memastikan si kecil dalam kondisi sehat dan aman. Semoga sedikit artikel di atas membantu.