Kisah Nabi Zulkifli Sebagai Raja yang Sabar dan Adil

Nabi Zulkifli AS adalah keturunan Nabi Ayyub AS yang mewarisi sifat-sifat ayahnya. Beliau dikenal karena kesabaran, kesalehan, kebenaran, kebijaksanaan, dan kesederhanaan hidupnya. Nabi Zulkifli adalah satu-satunya putra nabi Ayyub AS dan Siti Rahmah yang selamat dari malapetaka godaan setan. Beriku Kisah Nabi Zulkifli AS

Pemberian Nama Zulkifli

Nabi Zulkifli atau Bashar tinggal di tanah Syam. Tanah Syam diperintah oleh seorang raja yang sangat tua dan bijaksana. Raja tidak memiliki keturunan sehingga membuat sayembara untuk mencari penggantinya sebagai raja. Raja memberlakukan kondisi yang cukup ketat pada masyarakat umum. Raja ingin penerusnya menjadi orang yang sabar dan bertakwa kepada Allah SWT.

Persyaratan yang diajukan oleh raja yaitu barang siapa yang sanggup berpuasa di siang dan beribadah di malam hari serta sanggup menahan amarah akan diangkat sebagai raja berikutnya. Tidak ada seorangpun dari kaumnya yang bersedia memenuhi persyaratan itu, kecuali seorang pria bernama Bashar.

Dari situlah kemudian Bashar mendapat julukan sebagai Zulkifli atau yang diartikan sebagai sanggup. Mulai saat itulah Bashar dipanggil dengan nama Zulkifli. Beliau pun akhirnya diangkat menjadi raja dan mampu menjadi pemimpin yang dipenuhi dengan kesabaran, ketegasan, dan tidak pernah marah dengan siapapun

Sejak diangkat menjadi Raja Penerus, Nabi Zulkifli As masih hidup sederhana. Hal ini sesuai dengan janjinya akan berpuasa di siang hari dan ibadah di malam hari. Suatu hari, Nabi Zulkifli sangat lelah. Setelah mengurus rakyatnya, beliau tidak segera beristirahat. Bisa dikatakan waktu tidurnya digunakan untuk beribadah.

Kesabaran Nabi Zulkifli Saat diuji Rakyatnya

Setelah menjadi Raja Nabi Zulkifli tak luput dari berbagai cobaan termasuk cobaan dari kaumnya sendiri. Ada beberapa suku yang berencana masuk kerajaan dan menghancurkan kepemimpinan Nabi Zulkifli As. Saat itu, Nabi Zulkifli memerintahkan kaumnya untuk ikut berperang melawan pemberontak. Namun rakyat yang kaya justru menolak karena takut mati.

Setan datang ke istana dalam bentuk rakyat jelata yang menuntut keadilan hukum dari raja. Meskipun pengawal kerajaan mengatakan raja tidak ada, iblis tidak peduli dan terus bersikeras untuk menemui raja. Mengetahui hal tersebut, Nabi Zulkifli AS meminta para tamunya untuk datang ke ruang pengadilan istana terlebih dahulu.

Setelah istirahat sejenak, Nabi Zulkifli AS masuk ke ruang sidang, meski ternyata tamunya tidak ada dan terus ditunggu bahkan tidak kunjung datang. Hal Ini terjadi lagi keesokan harinya, dan Nabi Zulkifli As tetap diam. Ketiga kalinya, setan berinisiatif memasuki rumah Nabi Zulkifli As dan mengetuk pintu kamar tempat Nabi Zulkifli As sedang beristirahat.

Namun, Nabi Zulkifli AS menemaninya hingga akhirnya setan menyerah dan mengakui bahwa dirinya dikirim oleh iblis untuk merayu dan memancing perasaan Nabi Zulkifli. Rencana setan untuk membuat marah Nabi Zulkifli dan tidak menepati janjinya gagal. Mereka ingin berpartisipasi dalam perang dengan syarat mereka tidak akan mati di medan perang.

Terakhir, dalam Kisah Nabi Zulkifli As beliau berdoa kepada Allah SWT untuk meminta bantuan bagi umatnya selama perang. Setelah itu, doa dipanjatkan oleh Allah SWT agar seluruh pasukan Nabi Zulkifli As dapat memenangkan pertempuran dan kembali dengan selamat. Hingga berakhirnya kepemimpinan Nabi Zulkifli, masyarakat mulai merasakan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Peninggalan Nabi Zulkifli AS masih dapat ditemukan di seluruh kota kecil Kirf, selatan Bagda. Ada sebuah makam antara kota Hira dan Nadzab di tepi sungai Efrat. Penduduk setempat percaya bahwa makam ini adalah makam Nabi Zulkifli As. Pelajari kisah nabi Muhammad dan lainnya untuk mendapatkan ilmu pembelajaran yang bermakna

Previous post Pohon Angsana yang Besar Sebagai Penghasil Kayu untuk Mebel dan Bangunan
Next post Cara Menghilangkan Kutil di Kaki Secara Alami