Posted on

Jangan Mudah Emosi, Yuk Simak 3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak Teriak

Memang hal yang wajar jika anak suka sekali untuk teriak saat meminta minum atau makan. Para orangtua sangat tidak dianjurkan untuk memarahi anak saat si kecil berteriak untuk meminta sesuatu. Anak yang berteriak bisa jadi karena sedang mencari perhatian, meniru orang disekitarnya atau mengalami pertumbuhan dalam hal berbicara. Agar bisa menghentikan kebiasaan anak tersebut, yuk simak cara menghilangkan kebiasaan anak teriak berikut.

Tips Untuk Menangani Anak yang Mudah Teriak

1 Memberikan Pengertian

Anak yang senang untuk berteriak bisa menjadi tanda untuk mencari perhatian lebih kepada orang disekitarnya. Hal ini juga bisa saja dilakukan anak kepada orang tua yang kurang peka dan tidak mengerti apa maksud si kecil. Untuk bisa menghilangkan kebiasaan tersebut, maka berikan pengertian kepadanya. Anda bisa memberi tahu jika anda sudah mendengar keinginannya sehingga tidak perlu berteriak.

Hindari kata kata panjang lebar dan terkesan seperti menasihati perilaku anak. Pasalnya jika hal ini dilakukan si kecil akan tambah marah dan mengulangi perlakuan yang sama. Anda bisa memberikan pengertian melalui dongeng, bermain atau kegiatan lain yang menyenangkan. Sehingga anak akan memahami maksud anda tanpa melukai perasaannya. Lakukan secara perlahan dan buat anak benar benar mengerti maksud yang anda sampaikan.

  1. Menjadi Teladan Untuk Anak

Pada intinya, jika anda ingin mengubah cara bicara anak menjadi lebih manis dan lembut maka jadilah teladan baginya. Tak perlu membalas teriakan si kecil dengan bicara yang keras pula. Namun mulailah pada diri sendiri untuk menurunkan volume suara sehingga anak akan mengikutinya. Tatap mata anak dan bicaralah dengan halus ditambah sedikit berbisik namun tetap tegas.

Dengan cara ini akan akan mulai terdiam dan mendengarkan suara anda. Rasa penasaran anak akan terusik karena anda menyampaikan dengan cara berbisik. Sehingga anak akan lebih fokus untuk mendengarkan dan tidak lagi berteriak. Anda juga harus membiasakan untuk berkomunikasi dengan siapapun dengan volume suara yang sedang. Secara tak langsung, anak akan langsung meniru pola komunikasi anda tersebut.

  1. Jangan Membalas Berteriak

Saat mendengar anak berteriak, tentu anda akan terdorong untuk membalas berteriak bukan? Reaksi ini sangatlah wajar dimiliki oleh semua orang, namun bukanlah hal yang tepat untuk anak. Berteriak untuk menghentikan teriakan anak, justru akan memicu kompetisi dan membuatnya meningkatkan volume teriakan. Oleh karenanya, cara menghilangkan kebiasaan anak teriak bisa dilakukan dengan tidak membalas anak dan membalas dengan suara pelan.

Berteriak pada anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidiknya menjadi anak yang penurut. Anda harus memberikan pengertian bahwa berteriak bukan merupakan cara yang baik untuk dilakukan untuk jangka panjang. Para orangtua bisa menjelaskan akibat buruk karena selalu berteriak tersebut. Yang paling penting jadilah figur bagi anak yang baik sehingga ia akan meniru setiap gerak gerik dan perlakuan anda.