Posted on

Danau Tasikardi Sebagai Danau Buatan Peninggalan Kesultanan Banten

Danau Tasikardi merupakan salah satu nama danau buatan yang berlokasi di Provinsi Banten. Tasikardi berasal dari bahasa Sunda yakni gabungan dua kata Tasik dan Ardi yang memiliki arti sebagai danau buatan. Dibalik indahnya pesona danau Tasikardi, terdapat pula sedikit kisah seajrah di dalamnya. Hal ini dikarenakan konon katanya pembangunan Danau Tasikardi telah berlangsung sejak pemerintahan Kesultanan Banten ke-dua yakni Panembahan Maulana Yusuf. Banyak orang mengatakan bahwa konon katanya dasar danau ini merupakan ubin batu bata yang tertata dengan rapi. Tujuan Sang Sultan membangun danau ini sebagai wujud persembahan dan hormat kepada sang Ibundanya. Adapun fungsi dari pembangunan danau Tasikardi ialah sebagai tempat tafakur atau beribadah sang Ibu kepada Allah, adapun tempat yang biasa digunakan sebagai ibadah ialah Pulau Keputren yang berada di tengah-tengah danau ini.

Danau Tasikardi memiliki air yang tenang dilengkapi dengan deretan pegunungan rindang yang tumbuh di sekitarnya. Oleh sebab itu, danau ini sangat cocok digunakan sebagai destinasi wisata keluarga ataupun tempat wisata yang dapat menghadirkan ketenangan bagi para pengunjungnya. Disamping pepohonan rindang, daerah sekitar danau ini merupakan area persawahan yang luas sehingga wisatawan bisa melihat beberapa pesona alam sekaligus tidak hanya pesona danau saja.

Berbagai macam ikan juga hidup dalam Danau Tasikardi sehingga tidak heran jika danau ini dijadikan sebagai area pemancingan. Disamping itu, wisatawan yang datang juga bisa melakukan perkemahan atau camp di sekitar campingground Danau Tasikardi sehingga berbagai macam potensi wisata dapat kita peroleh jika mengunjungi tempat ini. Adapun wisata lain yang bisa dilakukan yakni wisata kuliner dengan berbagai macam ikan tangkapan yang tekah diperoleh.

Selanjutnya, jika Anda mengunjungi danau ini dan tertarik untuk menuju pulau Keputren, maka Anda bisa menyewa perahu kecil yang telah disediakan. Di pulau inilah berbagai macam peralatan dan sebagian sisa-sisa sejarah Kesultanan Banten disimpan. Dengan demikian, tidak heran kebanyakan pengunjung yang datang pasti tertarik untuk menuju Pulau Keputren yang berada di tengah danau.