Posted on

Burung Hantu Buffy

 

Burung hantu adalah salah satu jenis hewan dari banyaknya jenis hewan peliharaan yang banyak dipilih untuk dipelihara. Selain bentuk dan karakteristiknya yang unik, burung hantu juga memiliki ragam jenis yang sangat banyak, sehingga para pecinta burung hantu bebas memilih mana burung hantu yang paling diminatinya.

Salah satu burung hantu peliharaan yang banyak dipilih adalah jenis burung hantu buffy fish owl. Di Indonesia, burung hantu jenis ini lebih dikenal dengan sebutan burung hantu bubo ketupa atau bloketupu. Burung hantu ini lebih banyak ditemui di area yang dekat dengan sumber air. Kadang, beberapa kali mendekat ke pemukiman manusia dan hutan mangrove pada ketinggian 1600 mdpl.

Ciri Burung Hantu Buffy

Burung hantu ini memiliki ciri khas pada bulunya yang unik. Bagian dadanya didominasi bulu berwarna cokelar dengan aksen hitam menyerupai benang-benang halus. Keunikan lainnya ada pada bentuk kepalanya yang pada bagian atas terbentuk serupa telingan yang mengarah horizontal. Jika diperhatikan, bentuk wajahnya serupa karakter fiktif Goblin pada film Harry Potter.

Panjang tubuhnya biasanya berkisar dari 40 cm hingga 48 cm dengan panjang ekor sekitar 160 mm hingga 181 mm dan panjang rentang sayap sekitar 295 mm hingga 390 mm. Untuk ukuran standar, biasanya burung hantu buffy memiliki bobot sekitar 1 – 2 kg. Burung hantu bubo betina umumnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan yang jantan.

Pada dasarnya, tidak ada kebiasaan khusus yang dimiliki burung hantu jenis ini. Serupa dengan burung hantu kebanyakan, ia aktif di malam hari dan istirahat pada siang hari di tempat gelap, seperti hutan belantara atau lubang pohon. Pada saat waktunya aktif, ia hanya berkeliaran sendiri dan sangat jarang berkerumum seperti jenis burung-burung lainnya.

Di alam liar, burung hantu buffy hanya memakan daging hewan yang cenderung berukuran kecil, seperti ikan, katak, mamalia kecil, reptil kecil, hingga serangga. Kadang juga mereka memakan kelelawar dan memakan bangkainya. Demi mendapatkan mangsanya, ia biasanya bertengger berjam-jam di dahan pohon.