Posted on

Bunda, Yuk Kenali Tanda-Tanda Bayi Dehidrasi Sebelum Tambah Parah

Seperti halnya orang dewasa, si kecil juga bisa mengalami dehidrasi ketika kebutuhan cairan hariannya tidak terpenuhi dengan baik. Dibandingkan dengan orang dewasa, justru bayi lebih mudah mengalami kondisi tersebut. Biasanya, si kecil mengalami dehidrasi akibat dari diare, muntah, demam atau keringat. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa si kecil. Sebelum tambah parah, yuk kenali tanda-tanda bayi dehidrasi.

Gejala Bayi Mengalami Dehidrasi

  1. Jumlah Popok Basah Berkurang

Tanda yang paling mudah dikenali ketika si kecil mengalami dehidrasi adalah berkurangnya jumlah popok bayi yang basah. Umumnya, bayi yang menderita dehidrasi akan menghasilkan lebih sedikit popok basah dibandingkan biasanya. Apabila dalam waktu enam hingga delapan jam si kecil tidak menghasilkan popok basah, maka besar kemungkinannya jika bayi mengalami dehidrasi.

Pada kondisi ini, air kencing yang dikeluarkan bayi pastinya lebih sedikit serta memiliki warna yang lebih pekat dari biasanya. Tak hanya itu, air kencing yang dihasilkan juga memiliki bau yang lebih menyengat. Jika sudah muncul tanda ini, maka ada baiknya untuk segera memberikannya ASI atau susu formula. Namun, bila si kecil tidak menghasilkan satu pun popok basah dalam waktu lebih dari 8 jam, sebaiknya anda segera menghubungi dokter.

  1. Air Mata Tidak Keluar Saat Menangis

Selain produksi popok basahnya yang berkurang, tanda-tanda bayi dehidrasi juga juga terlihat ketika menangis, dimana si kecilĀ  tidak bisa mengeluarkan air mata. Seperti yang telah diketahui, bahwa bayi akan cenderung menangis ketika ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Saat mengalami dehidrasi pun akan membuatnya rewel, mudah tersinggung, sehingga membuatnya lebih sering menangis dari biasanya.

Akan tetapi, jika kondisi dehidrasi yang dialaminya mulai memburuk, maka akan air mata berhenti diproduksi. Dimana, hal tersebut terjadi akibat dari tubuh yang tidak memiliki cukup cairan yang dibutuhkan. Itulah yang menyebabkan bayi yang mengalami dehidrasi tidak bisa mengeluarkan air mata ketika menangis. Jika anda mendapati si kecil pada kondisi ini, maka langsung berikan cairan yang cukup.

  1. Kurang Aktif

Sama halnya orang dewasa ketika dehidrasi, bayi yang mengalami kondisi tersebut juga akan tampak kurang aktif, mudah mengantuk, dan lesu. Oleh karena itu, bila si kecil sulit terjaga dari biasanya, maka patut dicurigai jika buah hati anda sedang mengalami dehidrasi berat. untuk menangani hal tersebut, sebaiknya anda segera menemui dokter anak, agar si kecil segera mendapat penanganan dengan tepat.

Apabila si kecil menunjukkan beberapa tanda dehidrasi tersebut, maka anda harus segera mengatasinya. Untuk mengembalikan kebutuhan cairan tubuhnya, anda bisa memberikan ASI ataupun susu formula dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Dengan begitu, dehidrasi sedang maupun ringan yang dialami si kecil bisa teratasi dengan baik. Namun, jika sudah parah, ada baiknya untuk segera membawa si kecil untuk menemui dokter.