Posted on

Beberapa Nama Latin Burung Beo

 

Beo (Gracula) merupakan spesies burung yang hidup di berbagai belahan dunia, termasuk salah satunya Indonesia. Beo terhitung sebagai anggota suku Sturnidae bersama dengan burung Jalak dan beberapa kerabat lainnya. Persebarannya dimulai dari kawasan Himalaya berjalan ke timur sampai dengan Indonesia, biasanya ditemukan dalam kawasan 2000 meter di atas permukaaan air laut. Di beberapa negara, tidak hanya Indonesia, Beo menjadi salah satu burung peliharaan populer yang banyak dicari, hal ini dikarenakan suaranya yang merdu dan bentuk fisiknya yang menarik.

Persebaran burung Beo di Indonesia cukup merata, hampir di setiap tempat terdapat jenis Beo dengan ciri khas yang berbeda-beda. Berikut ialah beberapa contoh nama latin subspesies Beo yang tersebar secara alami di beberapa negara:

  1. Beo biasa (Gracula Religiosa)
  2. Beo Sri Lanka (Gracula Ptilogenis)
  3. Beo Pulau Palawan, Filipina (Gracula Religiosa Palawanensis)
  4. Beo Indocina (Gracula Religiosa Intermedia) yang tersebar mulai dari barat laut Indocina, timur laut India sampai ke kawasan selatan China.
  5. Beo Nikobar Besar (Gracula Religiosa Halibrecta Oberholser 1926)

Sedangkan nama-nama latin Beo yang tersebar di wilayah Indonesia ialah sebagai berikut:

  1. Beo Nias (Gracula Robusta)
  2. Beo Enggano (Gracula Enganensis)
  3. Beo Kepulauan Batu dan Mentawai (Gracula Religiosa Batuensis)
  4. Beo Flores (Gracula Religiosa Mertensii)
  5. Beo Sunda Kecil (Gracula Religiosa Venerata)
  6. Beo Sunda Besar (Gracula Religiosa Religiosa)

Itulah beberapa contoh nama latin dari beberapa sub spesies Beo yang hidup di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Nama latin burung Beo biasanya digunakan dalam penulisan ilmiah, sains, biologi dan sejenisnya. Beberapa nama latin tersebut biasanya berasal dari ciri khas hewan atau tempat asal ditemukannya sehingga tidak jarang dijumpai nama lokasi penemuannya menjadi bagian dalam nama latin hewan maupun tumbuhan, bahkan kerap juga disertakan nama penemu dan tahun penemuannya dalam sebuah nama ilmiah. Dalam hal keilmuan, nama ilmiah ini tentunya lebih populer dibandingkan nama aslinya, hal ini berbanding terbalik karena pada umumnya masyarakat akan lebih mengenal nama asli dibandingkan nama ilmiahnya.